Breaking News

Diduga, Rekrutmen Calon Anggota Sat Pol PP Aceh Besar Sarat Kecurangan

Diduga, Rekrutmen Calon Anggota Sat Pol PP Aceh Besar Sarat Kecurangan
MODUSACEH.CO/ (Tengah) Syarullah

Banda Aceh | Dugaan adanya kecurangan dalam rekrutmen calon anggota Sat Pol PP dan WH Aceh Besar, berhembus kepermukaan. Bayangkan, setelah dinyatakan lulus oleh panitia, berselang satu bulan lamanya, sudah dinyatakan gugur. Anehnya, nama-nama calon anggota Sat Pol PP dan WH yang diloloskan itu, adalah calon anggota Sat Pol PP dan WH yang telah gugur pada pengumuman tahap pertama.

Salah seorang calon anggota Satpol PP dan WH Aceh Besar yang dinyatakan gugur, Syahrullah pada para wartawan menjelaskan. Di awal tahun 2018, Tim Panitia seleksi, yang diketuai Sekda Aceh Besar Drs. Iskandar, M. Si membuka rekrutmen anggota Satpol PP dan WH Aceh Besar, sebanyak 300 orang. Ada empat tahap tes yang harus dilalui peserta, diantaranya: tes tulis, tes baca Alquran, tes wawancara, dan tes Penentuan Tahap Akhir (Pantohir)  ”Lalu keluarlah pengumuman 5 Februari 2018, dimana 350 orang dinyatakan lulus, dan pengumuman itu ditandatangi Bupati dan Sekda Aceh Besar, Mawardi Ali dan Iskandar,” cerita Syahrullah, usai membuat pengaduan pada Ombudsman RI Perwakilan Aceh, di Gampong Lamgugob, Banda Aceh, Rabu, (14/3/18).

Lanjut Syahrullah, mereka yang telah dinyatakan lulus langsung bertugas bertugas di Jantho, Aceh Besar, dan beberapa kali mengikuti apel di Kantor Satpol PP dan WH Aceh Besar. Setelah berjalan satu bulan, tim panitia mengeluarkan pengumuman susulan, salah satunya disebutkan anggota Sat Pol PP dan WH Aceh Besar, yang telah dinyatakan lulus harus mengikuti tes kesehatan.

”Disinilah kami anggap ada kecurangan, sebab saat pengumuman hasil tes kesehatan, sebanyak 33 orang yang telah dinyatakan gugur saat tes pertama, kembali dimasukkan nama mereka dan dinyatakan lulus kembali, justru kami yang lulus pada tes pertama dinyakatan gugur,” ungkapnya.

Setelah itu, puluhan calon anggota yang dinyatakan gugur langsung mempertanyakan hal tersebut pada Kepala Sat Pol PP Aceh Besar, namun jawaban yang disampaikan dianggap sangat bertele-tele, sehingga dirinya dan kawan-kawan yang lain memutuskan melapor pada Ombudsman RI Perwakilan Aceh.

”Kami tidak mempermasalahkan nama kami tidak lulus, tapi kenapa nama-nama yang sudah dinyatakan gugur bisa masuk kembali, bahkan ada seorang wanita yang telah hamil 8 bulan bisa lewat, inikan aneh bagimana cara tes mereka,” ujar Syahrullah bigung.

Itu sebabnya, dia meminta tim panitia rekrutmen untuk terbuka dan memaparkan hasil tes, sehingga calon yang gugur tidak berprasangka buruk.

”Saya meminta panitia untuk tes ulang, dan dilakukan secara terbuka. Nah, indikator kelulusan bagaimana tolak ukurnya, ini juga harus dipertegas,” harap Syahrullah, didampingi sekitar 20 orang kawannya.

Media ini telah berusaha melakukan klarifikasi pada Sekda Aceh Besar Iskandar. Sayang, beberapakali dihubungi melalui saluran telepon, namor yang dituju selalu sibuk, dihubungi melalui pesan WhatsApp juga belum dibalas.***

 

Komentar

Loading...