Breaking News

Diduga Produksi Miras Oplosan, Dua Perempuan Suku Tionghoa Ditangkap

Diduga Produksi Miras Oplosan, Dua Perempuan Suku Tionghoa Ditangkap
Penulis
Editor

Meulaboh | Tim Falcon Polres Aceh Barat menangkap tiga tersangka yang diduga terlibat minuman keras (miras) oplosan, di Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Rabu (11/04/2018).

Ketiga tersangka yang diamankan tersebut, dua perempuan satu laki-laki. Kedua perempuan berinisial Li (57) dan Ra (39) merupakan suku Tionghoa beragama Budha. Sedang kan tersangka laki berinisial M.DU (64) suku Aceh asal Meulaboh.

Kapolres Aceh Barat (kanan) memperlihatkan barang bukti miras oplosan siap jual. Foto Juli Saidi.

 

Dari tiga tersangka tersebut, mereka miliki peran beda-beda. Khusus tersangka pria, itu diduga sebagai pemakai. Sedangkan Li dan Ra, diduga sebagai tersangka yang diduga memproduksi, menimbun, menyimpan dan menjual miras oplosan dimaksud.

“Peran ketiga tersebut L dan R itu diduga sebagai memproduksi, menimbun, menyimpan dan menjualnya. Untuk inisial D diduga meminum/pemakai,” kata Polres Aceh Barat AKBP Raden Bobby Aria Prakasa, di Mapolres Aceh Barat, Kamis (12/04/2018).

Ihwal ketiga tersangka yang diduga terlibat miras oplosan tersebut ditangkap, berawal  tim Falcon Polres Aceh Barat mendapat informasi di salah satu ruko dan rumah memproduksi minuman haram tersebut.

“Alhamdulillah menjelang ramadhan, tim Falcon Polres Aceh Barat mendapat informasi bahwa ada bangunan berupa ruko dan rumah yang diduga memproduksi, menimbun dan menjual miras oplosan,” kata Polres Aceh Barat.

Setelah mendapat informasi, tim Falcon Pores Aceh Barat bergerak ke tiga tempat kejadian peristiwa (TKP) serta mengamankan tiga tersangka, yang diduga terlibat minuman haram itu.

Selain menangkap tersangka, Polres Aceh Barat juga mengamankan barang bukti. Baik itu alat memproduksi miras oplosan, seperti tabung gas tiga kilo gram. Selain itu, juga diamankan miras oplosan yang sedang diolah sebanyak tiga timba besar. Serta 17 botol miras oplosan siap jual dalam botol air mineral. Setiap botol, tersangka menjualnya senilai Rp 20.000 ribu sampai Rp 25.000.

Kemudian juga ada barang bukti bahan baku untuk buat miras oplosan, seperti beras ketan setengah sak dan ragi satu plastik kresek. Kemudian, ada juga botol kosong, Dandang alat suling, tungku masak satu buah serta alat bukti lainnya.

Maka, diperkirakan, miras yang diamankan tersebut sekitar setengah ton. Itulah sebabnya, tersangka terancam 60 kali cambuk sesuai Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang hukum Jinayat. “Rencananya akan dituntut menggunakan Qanun Nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat,” kata Polres Aceh Barat, Kamis (12/04).

Sementara itu, Li pada media ini mengaku, untuk memproduksi dugaan miras oplosan tersebut, menggunakan bahan baku gula pasir, beras ketan dan ragi. “Dia perannya satu minggu, masaknya dua minggu,” ujar Li, saat menuju ke ruangan tahanan sementara Polres Aceh Barat, Kamis (12/04).***

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...