Breaking News

Diduga, Pemkab Pidie Biarkan Pungli Parkir

Diduga, Pemkab Pidie Biarkan Pungli Parkir
Susasana pantai Mantak Tari, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, Minggu (14/7/2019).

Sigli | Sejumlah pengunjung Pantai Wisata Mantan Tari, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, keluhkan harga parkir kenderaan cukup tinggi dan mencekik leher. Untuk parkir kenderaan roda dua misalnya, dikenakan Rp 5 ribu dan roda empat Rp 10 ribu. Ironisnya, patokan harga tersebut tanpa adanya aturan dari pemerintah setempat. Bahkan terkesan membiarkan terjadinya pungutan liar (Pungli).

Sarah (28), salah seorang pengunjung di Pantai Mantan Tari, Minggu (14/7/2019) mengeluh. Harga parkir di sana mencekik leher, dan anehnya tanpa dibarengi dengan tiket dari dinas terkait. Hanya saja mereka membuat tiket sendiri tanpa dibubuhkan lambang pemerintah. "Ini sudah merajalela dan saya khawatir pengunjung tidak mau datang lagi ke sini," ujarnya.

Lanjut dia, persoalan ini harus segera ditangani Pemerintah Kabupaten, jika tidak mereka mengutip parkir secara liar dan tanpa ada Qanun Gampong atau daerah. Sehingga tidak sembarangan memungut parkir dan jangan terjadi pungli. "Saya heran apa pemerintah tidak tahu ada pungli di Mantan Tari," tanya Sarah.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olah Raga, Kabupaten Pidie, Apriadi. S. Sos, saat dihubungi MODUSACEH. CO, Minggu (14/7/2019), mengatakan, apa yang dilakukan oknum warga Mantan Tari jelas ilegal. Bahkan pihaknya bersama penegak hukum sudah pernah menegur aksi mereka dan sempat dihentikan. Tapi mereka mengulangi lagi dengan kutipan liar. "Kami sedang memajukan wisata, jadi tidak boleh ada kutipan apa-apa untuk sementara," katanya.

Kecuali kata Apriadi, jika semua fasilitas sudah tersedia baru pemerintah membuat qanun agar bisa dikelola dengan baik. Pihaknya akan melibatkan gampong dimana pantai tersebut berdomisili. Artinya apa yang dilakukan saat ini jelas pungli dan penegak hukum wajib menghentikan mereka. "Saya sudah katakan bahwa wisata Mantan Tari sedang kita galakkan dan kita bangun, jadi tidak boleh dibebankan apa-apa kepada pengunjung," tegasnya.***

Komentar

Loading...