Diduga, Pejabat Berpengaruh Aceh Jaya Lecehkan Mahasiswi

Diduga, Pejabat Berpengaruh Aceh Jaya Lecehkan Mahasiswi
Foto: Ilustrasi (google)

Meulaboh | Seorang pejabat berpengaruh di Kabupaten Aceh Jaya, berinisial I dikabarkan melakukan hal tak senonoh terhadap seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Aceh, berinisial N (22). Kini, kejadian itu di laporkan ke Polda Aceh agar segera diusut.

Laporan bernomor: T Reg/138/VII/RES.2.5/2019/Subdit II Tipid PPUC/Ditreskrimsus, tanggal 15 Juli 2019 itu, baru Kamis (1/8/2019) dilakukan pemeriksaan terhadap korban.

Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), mendampingi korban sebagai kuasa hukum, mendampinggi korban.

Ketua YARA, Safaruddin, SH, mengatakan. Peristiwa pelecehan tersebut berawal  bulan Agustus 2018.

Pelapor di jemput oleh Terlapor untuk di ajak jalan-jalan dengan menggunakan mobil pribadi menuju Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar.

Sampai di areal parkir bandara, pelaku kemudian menyuruh korban membuka (maaf) celana I. Namun korban N tidak mau. Lalu, pejabat tersebut membuka sendiri dan memperlihatkan alat kejantanannya.

“Pelaku memaksa korban untuk memegang alat kelaminnya, kemudian datang petugas bandara yang sedang patroli di parkiran, sehingga pelaku panik dan menyuruh pelapor untuk turun dari mobil.

Selanjutnya pelapor keluar bandara dengan berjalan kaki dan langsung menghubungi teman korban untuk menjemputnya di luar bandara,” kata Safaruddin, Kamis (1/8/2019).

Ia menjelaskan, setelah dua minggu  berlalu, pelaku melakukan panggilan Video Call WhatsApp, dan selang beberapa saat kemudian, terlapor masuk ke kamar mandi dan kembali melakukan hal tak senonoh via Video Call.

Lalu, beberapa minggu kemudian Terlapor melakukan hal yang sama dan langsung di screenshot atau diambil tangkapan layar oleh korban.

“Selanjutnya Terlapor terus melakukan Video Call ketiga, empat dan lima. Namun pelapor sudah tidak digubris atau ditolak panggilan masuk video call tersebut.

"Nah, atas kejadian tersebut korban merasa dilecehkan dan dirugikan sehingga melapor ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh,” jelas  Safaruddin, kuasa hukum korban.

Sejauh ini laporan tersebut masih dalam tahap pemeriksaan keterangan dari saksi korban atau pelapor, dan proses ini masih dalam lidik Ditreskrimsus Polda Aceh.***

Komentar

Loading...