Diduga Pakai Formalin, Dua Pedagang Ditangkap di Pasar Lambaro

Diduga Pakai Formalin, Dua Pedagang Ditangkap di Pasar Lambaro
Ditreskrimum Polda Aceh, Kombes Pol. Erwin Zadma Sik 
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Subdit Dit Reskrimsus Polda Aceh menangkap dua terduga pelaku pemakai formalin dalam mie basah. Keduanya berinisial M (56) dan YW (39), ditangkap di Pasar Lambaro, Aceh Besar, Kamis (11/1/18). 

Ditreskrimum Polda Aceh, Kombes Pol. Erwin Zadma Sik mengatakan. Penangkapan itu bermula, ketika anggotanya melakukan pengecekan pada beberapa toko yang diduga memproduksi mie basah di TKP. Kemudian, polisi mengambil sampel untuk dilakukan pengujian awal dengan menggunakan test kit formalin terhadap mie basah yang diperdagangkan. Hasilnya, mie tersebut positif mengandung formalin. 

"Hasil interogasi pemilik pabrik pembuat mie basah tersebut, mengakui bahwa dalam memproduksi mie basah sengaja menggunakan formalin. Penggunaan formalin tersebut dilakukan pada saat perebusan mie dengam menambahkan bahan berbahaya itu ke dalam mie yang di produksi menjadi tahan lebih lama serta tidak mudah basi dan tidak mudah putus," kata Erwin Zadma pada sejumlah wartawan di Banda Aceh, Senin, (15/1/18).

Menurut hasil pemeriksaan, mie basah berformalin dijual kepada pelanggan yang merupakan penjual Mie Goreng atau Mie Bakso di Wilayah Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh. "Pelaku mendapat formalin dari seorang yang datang ke tokonya, namun pelaku tidak mengetahui nama orang yang menjual formalin tersebut," ungkapnya.

Menurutnya, dampak buruk bagi kesehatan jika makanan mengandung formalin secara kronik dan berulang-ulang, antara lain sakit kepala, radang hidung kronis (rhinitis), mual-mual, gangguan pernapasan, baik berupa batuk kronis atau sesak napas kronis. Gangguan pada syaraf berupa susah tidur, sensitif, mudah lupa, dan sulit berkonsentrasi. Pada perempuan akan menyebabkan gangguan menstruasi dan infertilitas.

Kepada kedua pelaku akan dikenakan pasal 136 huruf b Undang-Undang Republik Indonesia nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan.  "Sebenarnya, ada beberapa toko yang kita periksa. Tapi, yang terbukti menggunakan formalin hanya dua. Kini BB dan pelaku sudah kita amankan guna pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.***

Komentar

Loading...