Terkait OTT di Aceh Barat

Diduga Oknum PNS dan Polri Terlibat

Diduga Oknum PNS dan Polri Terlibat
Koordinator GeRAK, Edy Syahputra

Meulaboh | Informasi terbaru dari Operasi Tangkap Tangan (OTT), yang dilakukan Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Polres Aceh Barat di Hotel Meuligoe Kemarin, mulai menebar  bau tak sedap.

Maklum, diduga terdapat dua oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS)  di jajaran Pemkab Aceh Barat dan dua oknum Polri dari  jajaran Polda Sumatera Utara (Sumut) yang diamankan, berikut barang bukti dana segar, Rp 98.8 juta.

Namun, apakah oknum PNS dan Polri itu benar-benar terlibat? Media ini belum mendapat informasi. Sebab pihak kepolisian belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait hal ini.

Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat melalui siaran pers yang diterima MODUSACEH.CO, meminta kepada pihak kepolisian untuk tetap memberikan hak-hak hukum bagi mereka yang diamankan, karena dugaan telah melakukan pelanggaran hukum, apalagi dalam kasus tindak pidana korupsi.

“Prinsip azas praduga tidak bersalah tetap harus dikedepankan atau diutamakan kepada setiap orang, sebelum adanya bukti yang menyatakan orang tersebut  bersalah atau telah melakukan tindak pidana sebagaimana yang dimaksudkan atau dituduhkan,” kata Koordinator GeRAK, Edy Syahputra, Kamis (20/6/2019).

Pihaknya, tentu memberikan apresiasi kepada aparat penegak hukum yang telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap lima orang dan salah satunya disebut-sebut sebagai oknum staf sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Study Implementasi Akuntabilitas Publik (SIAP).

Dikatakannya, selain oknum staf LSM SIAP, ada empat orang lainnya yaitu dua orang PNS berdinas di Pemkab Aceh Barat, dan dua oknum polisi.

Berdasarkan dokumentasi yang telusuri GeRAK, pihak LSM tidak memaksa pengumpulan uang tersebut, hanya diajak gampong mana saja yang bersedia, dan yang mengumpulkan uang langsung dilakukan Keuchik dan Bendahara yang sumber mata anggarannya diambil, yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG) Tahun 2019.

Dirinya juga mempertanyakan, legalitas LSM SIAP sebagai pihak ketiga untuk pelaksanaan Bimtek aparatur desa di Aceh Barat yang bersumber dari APBG menjadi penting. “Apakah didasari oleh keluarnya surat keputusan (SK) dari Kementerian terkait yang menyatakan, mereka adalah pihak yang telah ditunjuk secara resmi untuk melaksanakan Bimtek tersebut. Kita ingin kejelasan soal tersebut, atau kemungkinannya kami menduga bahwa pihak yang akan melaksanakan Bimtek tersebut telah melaksanakan MoU atau kerjasama dengan pemerintah, baik ditingkat provinsi atau kabupaten di Aceh Barat dan kemudian mereka ditunjuk sebagai penyelenggara Bimtek tersebut! Ini harus jelas duduk persoalannya,” jelas Edy.

Nantinya, uang yang dipergunakan dalam Bimtek tersebut adalah dana publik dan kemudian pertanggungjawabannya secara terbuka bagi masyarakat. Bahkan informasi yang didapatkan GeRAK, ada sejumlah aparatur desa yang tidak bersedia mengikuti kegiatan tersebut.

”Informasi lain yang kita telusuri, dikarenakan sudah ada instruksi dari pihak lainnya dan diumumkan secara terbuka kepada keuchik, bahkan ada sejumlah desa yang telah melakukan penyetoran kegiatan Bimtek dengan jumlah bervariasi. Penyetoran kami duga seperti telah mendapatkan persetujuan dari pihak lainnya,” katanya.

Bahkan, dalam penelusuran dokumen APBG 2019, dana kegiatan Bimtek yang dimaksudkan malah tidak dianggarkan sama sekali, yaitu sebagaimana disyaratkan untuk Bimtek,  Rp 20 juta.

Menurutnya, hal itu harus ada kejelasan dari para pihak, terutama dinas yang membidangi gampong dan juga pelaksana kegiatan.

Bila tidak ada dasar aturan tentang pelaksanaan Bimtek itu, maka GeRAK menduga hal ini sudah mengarah kepada pungli.

“Tentunya ini menjadi tugas kepolisian sebagai penegak hukum untuk mengusutnya hingga tuntas. Jadi, kami melihat bahwa OTT yang dilaksanakan Polres Aceh Barat patut dibuka secara terang benderang  kepada publik, apalagi menyangkut dengan akan dilaksanakan Bimtek bagi sejumlah orang aparatur gampong yang sumber mata anggarannya adalah dana gampong,” demikian Edy.***

Komentar

Loading...