Polair Aceh Barat Mulai Bergerak (Bagian Satu)

Diduga Gunakan Pukat Trawl Mini, Enam Boat Diamankan

Diduga Gunakan Pukat Trawl Mini, Enam Boat Diamankan
Saat Penangkapan Boat Diduga Gunakan Pukat Trawl/Foto IST
Penulis
Rubrik

Alat penangkapan ikan di laut dengan menggunakan pukat trawl atau sering juga disebut pukat harimau, di Kabupaten Aceh Barat, memang tak pilih sisik. Mulai yang besar hingga ikan kecil, semua terjaring.  Aktivitas penangkapan ikan yang menggunakan alat tersebut, memang sudah sangat meresahkan nelayan di sana, terutama bagi para nelayan di Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat. Sebab, aktivitas penangkapan ikan dengan menggunakan pukat trawl ini, diakui para nelayan Kecamatan Meureubo, sudah berlangsung sejak tahun 2002 silam. Bahkan, jumlahnya diperkirakan mencapai ratusan boat yang menggunakan alat yang tak ramah lingkungan ini. Makanya, para nelayan Kecamatan Meureubo yang tak menggunakan alat tangkapan ikan yaitu pukat trawl, mereka mengucapkan terimakasih pada penegak hukum, terutama Kepolisian Perairan (Polair), Kabupaten Aceh Barat.

***

Meulaboh | Menggunakan boat nelayan, sekira pukul 10. 00 WIB, Kamis, 23 Maret 2017 lalu, tujuh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Aceh Resor Aceh Barat, dipimpin Kasat Pol Air  IPTU Slamet, berlayar ke laut.

Jarak perjalanan yang mereka tempuh, sekitar dua jam lebih atau diperkirakan lima mil dari garis lurus partai. Nah, persis di perairan laut Kuala Tuha, Kabupaten Nagan Raya, tim penegak hukum itu berhasil mengamankan enam boat yang diduga menggunakan pukat trawl.

Enam unit boat berkapasitas tiga hingga enam gross ton (GT) itu, kini sudah diamankan di Pelabuhan Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat. Selain itu, Pol Air Polres Aceh Barat, juga mengamankan enam set yang diduga pukat trawl mini atau pukat  harimau. “Benar kita telah mengamankan enam boat dan masing-masing satu set alat tangkapan ikannya,” kata Kapolres Aceh Barat AKBP Teguh Priyambodo Nugroho Sik, melalui Kasat Pol Air Res Aceh Barat IPTU Slamet, di Ujong Karang, Sabtu, 25 Maret 2017. Adapun enam boat yang diamankan itu, KM. Kasih Sayang, KM. Iktibar, KM, Hijoe On, KM. Bawai, KM. Oto Via dan KM. Geubrina.

Sementara itu, salah seorang pengelola boat KM. Iktibar, Hijao On, dan KM. Bawai Mukhtar berharap, agar boat yang sudah ditahan itu bisa dilepas oleh pihak Kepolisian. “Kami berharap bisa dilepas, kami ini hanya mencari uang satu bambu beras,” kata Mukhtar yang hadir saat pemeriksaan ulang enam boat, Sabtu.

Ia juga berjanji tak akan mengulangi lagi. Dan, mendukung penertiban tersebut. Namun, Mukhtar meminta jika ditertibkan  perlu dipanggil semua para nelayan di Aceh Barat. “Kalau ingin ditertibkan, kita tidak lagi mengulang. Tetapi semua tertibkan, bila perlu panggil semua,” ujarnya.

Nah, boat yang menggunakan pukat trawl itu, diduga melanggar peraturan Kementerian Perikanan dan Kelautan Nomor 71 tahun 2016 tentang penangkapan ikan di Indonesia.***

Komentar

Loading...