Sehubungan Libur Nasional Hari Raya Idul Adha 2018, Tabloid MODUS ACEH Tidak Terbit, Senin, 20 Agustus 2018. Terbit Kembali 27 Agustus 2018. Redaksi.

Terkait Pernyataan Kepala BNNP Aceh Tahanan Narkoba di Luar Lapas

Diduga, Faisal Sering Menginap di Hermes Hotel  

Diduga, Faisal Sering Menginap di Hermes Hotel  
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Cerita miring terus bergulir kepermukaan, terkait tindak tanduk narapidana dan oknum sipir di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A di Lambaro, Aceh Besar. Itu tak lepas dari kejadian rusuh, yang berujung pembakaran Lapas oleh para napi, Kamis, 4 Desember 2018.

Setelah kerusuhan, polisi menemukan kamar mewah dalam Lapas. Tak hanya itu, polisi juga menemukan narkoba jenis sabu dan ganja. Bahkan, pohon ganja setinggi satu meter ditanam dalam pot bunga.

Ternyata, cerita miring tidak sampai di situ saja. Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol. Faisal Abdul Naser menyebutkan, tahanan narkoba bernama Faisal Bin Sulaiman tidak ada dalam Lapas saat kerusuhan terjadi. Namun, satu hari pasca kejadian, Faisal sudah berada dalam Lapas. Dia tidak mengetahui dari pintu mana Faisal masuk dalam Lapas. Padahal anggota BNNP Aceh sudah berjaga-jaga di depan pintu Lapas.

"Mungkin Lapas Lambaro ada pintu rahasia, makanya Faisal bisa masuk," kata Jendral bintang satu pada awak media Sabtu pekan lalu.

Faisal Abdul Naser juga tidak mengetahui, kemana Faisal pergi setelah keluar dari Lapas. "Seandainya saya dapat di luar, saya door (tembak) dia (Faisal)," tegas Faisal Abdul Naser kala itu.

Nah, sumber media ini menyebutkan, Faisal sering menginap di Hermes Hotel Banda Aceh, di Lambhuk, Banda Aceh. Bahkan, orang yang memberikan informasi pada media ini mengungkapkan, Faisal sering menginap di salah satu kamar pada lantai tiga hotel bintang lima ini.

Sumber media ini juga menyebutkan, dirinya sudah lama mengetahui, jika Faisal memang tidak menjalani masa kurungan dalam Lapas, alias bebas di luar. "Kalau pun pada enam bulan pertama. Selanjutnya dia bebas. Termasuk tidur di ruang sipir dengan pendingin atau AC," ujar sumber dari aparat penegak hukum ini, memduga.

Terkait informasi itu, MODUSACEH.CO mendatangi Hermes Palace Hotel, Senin sore (8/1/17). Saat dikonfirmasi, General Manager (GM) Hermes Hotel Syafrial Munas tidak bisa ditemui, karena sedang berada di Jakarta untuk mengikuti training. "Bapak (Syafrial Munas) tidak bisa diganggu selam 10 hari, karena pihak Hermes Palace pusat memanggil seluruh GM di Indonesia, untuk mengikuti training. Kalau pun ditelepon tidak bisa. Karena handphone dimatikan," kata Nana yang mengaku sebagai Sekretaris GM pada media ini.

Dia juga berkesimpulan soal kapan Syafrial Munas pulang ke Banda Aceh.

"Kalau pun saya akan menyampaikan keperluan Bapak (media ini) pada GM. Saya tidak bisa memastikan GM akan bertemu dengan Bapak (media ini)," jelas Nana berkesimpulan.

Untuk diketahui, Faisal Bin Sulaiman ditangkap BNN Pusat saat berbelanja di Plaza Indonesia, Jakarta, Maret 2013. Bandar narkoba ini sudah beroperasi sejak 2004 lalu, dan sudah menjadi incaran BNN sejak pertengahan 2012. Selanjutnya, Hakim Ketua Ketua Aswijon di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan hukuman penjara 10 tahun dan denda Rp 2 miliar pada Faisal Kamis (21/11/2013). Dia terbukti melanggar UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, dan dipenjara di LP Cipinang, Jakarta Pusat. Lalu, sekira bulan November 2014, Faisal dipindahkan pada LP Kelas II A Banda Aceh, Lambaro, Aceh Besar.***

Komentar

Loading...