Diduga, Ajudan Bupati Aceh Barat Bogem Warga

Diduga, Ajudan Bupati Aceh Barat Bogem Warga
Salah satu korban melapor ke Provost Polsek Arongan Lambalek (Foto: Aidil Firmansyah)

Meulaboh | Diduga, tiga orang warga Gampong Arongan, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oknum ajudan Bupati setempat, saat menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) di kantor kecamatan tersebut.

Informasi yang diperoleh MODUSACEH.CO, ajudan yang memukul warga hingga menodongkan pistol merupakan personel polisi. Kejadian itu telah dilaporkan korban ke Provos Mapolres Aceh Barat dan sedang dilakukan pendalam oleh pihak penegak hukum. Identitas ketiga korban yakni Herman (47), Safrizal (57) dan Dedi Gunawan (29).

Muslim (45), warga Arongan yang melihat langsung kejadian tersebut mengungkapkan, kehadiran warga arongan ke kantor kecamatan hanya untuk menemui Bupati dan menanyakan perihal penduduk gampong mereka yang terbagi di dua tempat tinggal yaitu, gampong asal dan tempat relokasi. Namun, keinginan itu malah mendapat respon buruk hingga membuat mereka kesal.

“Kami mau bertanya pada Pak Bupati masalah gampong kami, Bupati tidak mau tangani, Bupati malah menjawab, yang di sana biarlah di sana, yang di sini tetap di sini, mau apa kalian? Begitu kata Bupati pada kami,” kata Muslim kepada wartawan, Rabu (20/2/2019).

Karena kesal, masyarakat Gampong Arongan coba menghadang mobil dinas Bupati Aceh Barat, karena itu ajudannya langsung mengambil tindakan keras dengan todongan pistol untuk menghalau warga yang mencoba menghentikan kendaraan orang nomor satu di Aceh Barat itu. Kemudian ada warga yang dipukul ajudan mengenai kepala dan ditendang.

Ia mengatakan, masalah yang terjadi di Gampong Arongan pasca tsunami 2004 lalu, membuat warga terpencar tempat tinggal, sebagian warga masih tinggal di desa semula, sementara yang lainnya sudah menetap di tempat relokasi. Sehingga untuk proses administrasi sedikit menyulitkan warga di tempat asal gampong tadi. Karena pusat pemerintahan berada di lokasi baru.

“Ajudan todongkan pistol sama kami, kemudian dipukul dan terkena kepala warga dan juga ditendang di bagian kaki, padahal kami hanya mau berbicara sama bupati masalah desa kami. Kami sudah surati pihak pemerintah, namun sampai sekarang belum ada keputusan jelas,” ungkapnya.

Kapolsek Arongan Lambalek, Ipda Alpon mengatakan, perkara tersebut saat ini sedang dalam proses pemeriksaan dan pengambilan keterangan dari para koban yang diduga menjadi korban pemukulan oleh oknum ajudan Bupati Aceh Barat.

“Lagi menangani kasus penganiayaan ini dan dalam proses pemeriksaan dari pihak Provost. Ada tiga orang katanya dipukul oleh ajudan Bupati Aceh Barat saat membuka Musrembang di Kecamatan Arongan Lambalek.  Jadi, korban melaporkan ke Provost. Sekarang lagi kita lakukan pendalaman,” kata Kapolsek kepada wartawan.

Ada-ada saja, rakyat yang seharusnya mendapat pengayoman, eeh justeru penganiayaan.***

Komentar

Loading...