Diduga Ajaran Sesat, Kajian Abi Muhammad Yahya Bin Sulaiman Dihentikan

Diduga Ajaran Sesat, Kajian Abi Muhammad Yahya Bin Sulaiman Dihentikan
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh, Dr. Tgk. Damanhuri Basyir, M.Ag melakukan pembahasan, terkait kajian atau aliran di bawah pimpinan Abi Muhammad Yahya Bin Sulaiman.

Alasannya, ajaran tersebut diduga sesat. Monitoring itu dilakukan pada Aula Kantor MPU Kota Banda Aceh Jl. T. Nyak Arief Gampong Peurada, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh. Kamis, 8 Agustus 2019.

MPU Banda Aceh menyimpulkan, menghentikan pengajian Abi Muhammad Yahya Bin Sulaiman di seluruh wilayah Kota Banda Aceh. Sebab, ajaran pengajian Abi Yahya, dianggap mengarah kepada penyimpangan tauhid dan pendangkalan aqidah.

"Bukan penistaan agama sehingga penanganan masalah ini dilimpahkan kepada Satpol PP/WH Kota Banda Aceh untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut. Dan untuk saat ini Abi Muhammad Yahya Bin Sulaiman, diserahkan kepada Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP WH) Kota Banda Aceh," ungkap Dr. Tgk. Damanhuri Basyir, M.Ag .

Abi Yahya, dianggap sesat karena mengaku telah mengalami kematian tujuh kali. Terakhir dia mengaku bertemu Allah SWT dan berjumpa dengan Rasulullah SAW sebanyak 22 kali.

Selain itu, dia mengatakan pernah didatangi Abu Bakar (sahabat Rasulullah) yang diperintahkan Syeikh-Abdurrauf agar dia bertobat. Dia juga mengaku tidak pernah belajar ilmu agama Islam.  "Beliau mengaku mendapat ilmu melalui ilham saja dan mengajarkannya kepada masyarakat awam," jelas Damanhuri.

Selain itu, pengajian Abi Yahya untuk wilayah Kota Banda Aceh belum dikenal. Itu sebabnya, untuk menghindari ekses negatif dan konflik antar warga dalam masyarakat Aceh. MPU Banda Aceh menghentikannya. 

"Dia mengajarkan orang lain tanpa adanya ilmu, itu adalah sesat dan menyesatkan, maka tidak dibenarkan dalam Islam," jelas Ketua MPU Kota Banda Aceh.

Selain itu, Tgk. Tu Bulqaini mengatakan, data-data yang didapat di Youtube sangat membahayakan. "Apa yang disampaikan tidak kita temukan dalilnya. Untuk itu, surat arahan akan kita keluarkan dan tembusannya kita sampaikan  kepada Polsek," ungkap Tu Bulqaini, Wakil MPU Banda Aceh.

Dalam kasus ini, Abi Yahya dianggap bukan melakukan penodaan agama, tetapi pendangkalan aqidah. "Kita arahkan kepada Satpol PP/WH Kota Banda Aceh. MPU telah melepaskan Abi Yahya untuk diserahkan kembali kepada Polsek," jelasnya

Sebelumnya, Kapolsek Kecamatan Syiah Kuala AKP. Edi Saputra, SE mengatakan. Tugas kepolisian mengamanan terduga dari amukan masyarakat. "Menyangkut ajaran Abi Yahya kita serahkan ke MPU dan dari hasil rekomendasi MPU, akan kita tindaklanjuti apabila mengarah kepada tindak pidana," jelas Edi Saputra.

Berdasarkan konten video Youtube yang tersebar, Abi Yahya menyampaikan bahwa para santri yang mondok pada dayah dianggap kafir. Nah, dengan tuduhan inilah masyarakat marah sehingga ingin menyerang Abi Yahya. Selain itu, ada isu yang mengatakan Abi Yahya memiliki dan menyimpan senjata tajam. 

Acara pembahasan tersebut dihadiri Dr. Tgk. Damanhuri Basyir, M.Ag (Ketua MPU Kota Banda Aceh), Tgk. H. Bulqaini (Wakil Ketua I MPU Banda Aceh), Tgk. H. Syibral Malasy (Wakil Ketua II MPU Banda Aceh), AKP. Edi Saputra, SE (Kapolsek Syiah Kuala), Tgk. Bustamam (Ketua Komisi B DPRK Banda Aceh), Tgk. Zainuddin Ubit (Ketua FPI Kota Banda Aceh), Umar Rafsanjani (Tastafi) dan anggota MPU Kota Banda Aceh lainnya.

Sebelumnya, Kepolisian Sektor Syiah Kuala, mengamankan lima orang yang diduga memperaktikkan kegiatan penyimpangan kepercayaan atau aliran sesat di bawah pimpinan Abi Muhammad Yahya Bin Sulaiman.

Lokasinya di komplek Makam Syiah Kuala, Gampong Deah Raya, Banda Aceh, sekira pukul 01.00 WIB, Kamis dini hari. Kelima orang tersebut diamankan jajaran Polsek Syiah Kuala. Selanjutnya, polisi melaporkan kepada MPU Kota Banda Aceh untuk memastikan ajaran tersebut.***

Komentar

Loading...