Breaking News

Diduga Ada Praktik Nepotisme di ISBI Aceh, Pak Rektor Dikirim Mosi Tak Percaya

Diduga Ada Praktik Nepotisme di ISBI Aceh, Pak Rektor Dikirim Mosi Tak Percaya

Aceh Besar I Sejumlah dosen Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Aceh telah mengirim surat mosi tak percaya terhadap Rektor ISBI Dr. Ahmad Akmal. Itu disampaikan Dindin Ahmad, M. SN selaku perwakilan 29 dosen pada MODUSACEH. CO di Bathoh, Banda Aceh, Rabu sore, (31/05/17). Kata Dindin, selain mosi tidak percaya, para dosen juga beramai-ramai mengundurkan diri dari jabatan pimpinan di ISBI Aceh sejak Senin 29 Mei 2017.  “Surat pengunduran diri ditandatangani di atas materai langsung disampaikan kepada Rektor ISBI Aceh Dr. Ahmad Akmal secara bersama-sama," ungkap Dindin.

Alasan Dindin, dirinya bersama kawan yang lain menilai sistem yang dijalankan Rektor ISBI sarat praktik  kekeluargaan atau nepotisme dan sangat tertutup dengan Pemkab Aceh Besar maupun dengan Pemerintah Aceh. Itu dibuktikan sudah  selama hampir tiga tahun, ISBI Aceh menggunakan sistem kekeluargaan yaitu, semua diatur oleh sanak family, ujar Dindin. Masih kata Dindin, sejak berdiri tiga tahun yang lalu, ISBI Aceh belum melakukan akreditasi. Padahal menurut aturan paling lambat dua tahun ISBI harus sudah terakreditasi.

Kata Dindin, ini dikarenakan ketidaktahuan Rektor dalam hal pengelolaan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dikarenakan beliau tidak memiliki pengalaman yang cukup dalam mengelola organisasi PTN. Menurut Dindin, honor tunjangan tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 33 tahun 2016 untuk anggaran 2017, dan juga Tunjangan Hari Raya (THR) tidak pernah diberikan kepada para dosen. Namun, untuk para staf diberikan. “Inikan tidak baik sehingga menimbulkan kesenjangan dan ketidaknyamanan dalam bekerja,” ungkap Dindin

Untuk itu, Dindin bersama 28 dosen lainnya memilih mengundurkan diri dan mengirim mosi tidak percaya terhadap kinerja rektor dan tenaga kependidikan ISBI Aceh. Katanya, surat pengunduran diri itu telah di serahkan kepada Rektor ISBI Aceh. "Selanjutnya tembusan surat dan tuntutan akan kami disampaikan kepada Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Dari 36 dosen tetap ISBI Aceh, 29 memilih mengundurkan diri, kami mengundurkan diri dari jabatan saja, namun sebagai pengajar tetap melaksanakan kewajiban mengajar,” ujar Dindin.

Dia berharap Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir mau meninjau kembali Surat Keputusan (SK) perpanjangan Jabatan Rektor ISBI Aceh, dan memakzulkannya dengan cara mencopot.  "Kami juga meminta kepada Menristekdikti untuk melakuakn reformasi birokrasi di ISBI Aceh, agar dugaan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme dapat diberantas sesuai Nawa Cita Presiden Joko Widodo, ujar pria asal Padang (Sumatera Barat) itu.***

 

 

Komentar

Loading...