Breaking News

Dibalik Pengakuan Waled Husaini, Mawardi Ali Memilih Bungkam

Dibalik Pengakuan Waled Husaini, Mawardi Ali Memilih Bungkam
Bupati Aceh Besar Mawardi Ali (Humas Pemkab Aceh Besar)
Rubrik

Aceh Besar | Konflik internal antara Bupati Mawardi Ali dengan Wakil Bupati Aceh Besar Tgk Husaini Abdul Wahab (Waled Husaini), hingga kini masih menjadi buah bibir di Kabupaten Aceh Besar dan sekitarnya. Termasuk Kota Banda Aceh.

Tentu, ada pro dan kontra dari pergesekan internal yang diduga semakin tajam ini. Sayangnya, Bupati Aceh Besar Mawardi Ali yang dikonfirmasi media ini, terkait pernyataan Waled Husaini tadi, lebih memilih diam dan bungkam.

Saat dikonfirmasi media ini beberapa hari lalu melalui WhatsApp (WA) nomor: 0811683730, Mawardi terlihat membaca pesan konfirmasi tersebut. Namun, tak berapa lama kemudian, nomor telpon konfirmasi media ini diblokir. Selanjutnya, pesan konfirmasi tadi dilakukan melalui pesan singkat (SMS), tapi lagi-lagi tak berbalas hingga, Rabu (24/7/2019) petang.

Sebelumnya, memang beredar dugaan dan kabar tak sedap tentang adanya keretakan hubungan antara Bupati Kabupaten Aceh Besar Mawardi Ali dengan Wakil Bupati Aceh Besar Teungku Husaini Abdul Wahab atau akrab disapa Waled Husaini.

Sinyal itu terungkap saat Waled Husaini menyampaikan sambutan pada Sidang Paripurna Pembahasan APBK-P Kabupaten Aceh Besar, di Gedung DPRK Aceh Besar, Kota Jantho, Jum’at, 19 Juli 2019. Menariknya, sambutan yang terkesan sebagai uneg-uneg atau curahan hati (curhat) ini, disampaikan secara lugas dan tegas, dihadapan pimpinan dan anggota DPRK Aceh Besar, unsur Muspida, para Camat, kepala dinas serta undangan lainnya.

“Hari ini saya tidak dilibatkan apapun, harusnya Wakil Bupati itu ban gandeng, bukan ban serap. Kalau saya dianggap ban serap, tunggulah kehancuran,” tegas Waled Husaini tanpa teks.

Sumber media ini menyebutkan. Sebenarnya, sudah menyiapkan teks pidato dan dibagikan pada pimpinan serta anggota DPRK. Namun, Waled Husaini mempersingkat sambutan (pidatonya) itu, selanjutnya menyampaikan tanpa teks. “Harusnya berbagai kebijakan melibatkan Wakil Bupati, tapi hari ini saya hanya sebagai penonton,” ungkap Waled Husaini.

Itu sebabnya, dia berharap kepada pimpinan dan anggota DPRK Aceh Besar untuk mengkritik Bupati dan Wakil Bupati. “DPRK jangan diam, harus kritik kebijakan pemerintah,” ajak Waled Husaini. Ketua Fraksi PAN DPRK Aceh Besar Muchlis Zulkifli yang dikonfirmasi media ini, Jumat (19/7/2019) malam, membenarkan adanya sambutan Waled Husaini tersebut. Dia menduga, apa yang disampaikan ulama Aceh Besar ini, merupakan puncak atau anti klimaks dari berbagai persoalan yang terjadi antara dirinya dengan Bupati Aceh Besar.

“Sebagai ulama dan Wakil Bupati Aceh Besar, saya kira Waled penuh pertimbangan sebelum menyampaikan kondisinya selama ini. Namun, bisa saja karena beliau sudah tidak tahan lagi, sehingga menumpahkan segala isi hatinya pada sidang paripurna siang tadi,” jelas Muchlis Zulkifli.

Muchlis adalah Ketua Tim Pemenangan Mawardi Ali-Waled Husaini sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar pada Pilkada 2017 lalu. Namun, tak berapa lama kemudian, Muchlis beserta sejumlah tim sukses atau tim pemenangan lainnya, menarik diri alias terjadi pergesekan dengan Mawardi Ali. Duh! Ada apa ya?***

Komentar

Loading...