Breaking News

Di Simpang Pelor Menolak Tambang Emas Beutong

Di Simpang Pelor Menolak Tambang Emas Beutong
Penulis
Rubrik
Sumber
Kontributor Aceh Barat

Meulaboh | Puluhan massa yang tergabung dalam Aksi Mahasiswa Untuk Generasi Beutong Ateuh Banggalang (AM-GBAB), melakukan aksi demonstrasi di Simpang Pelor-depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Barat (DPRK), Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, Aceh Barat, Senin (15/10/2018).

Mereka menolak kehadiran perusahaan tambang emas di Beutong Ateuh, Nagan Raya yaitu PT. Emas Mineral Murni atau PT. EMM. Itu sebabnya, massa meminta agar perusahaan itu tidak merusak alam. "Jangan rusak hutan, alam dan lingkungan Beutong Ateuh Banggalang," tulis mereka di karton.

Bukan hanya itu, mereka juga mendesak agar izin tambang emas di Beutong Ateuh, Nagan Raya dicabut. "Cabut izin PT. EMM," tegas mereka di karton lain. Massa juga menyebutkan kekayaan alam bukan milik PT. EMM.

Getolnya massa menolak kehadiran PT. EMM untuk tambang emas di Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya karena ada alasan tertentu. Menurut mereka, kehadiran tambang PT. EMM di Nagan Raya dan Aceh Tengah, diduga sarat masalah dan telah berdampak buruk terhadap kondisi sosial masyarakat di sekitar lokasi perencanaan penambangan PT. Emas Mineral Murni.

"Masyarakat tahu betul akan hal itu sehingga menolak keras perencanaan penambangan  dan kehadiran PT. EMM," sebut massa AM-GBAB dalam rilisnya.

Lanjut AM-GBAB, indikasi masyarakat menolak karena PT. EMM akan mengancam sumber-sumber kehidupan masyarakat sekitar yang mayoritas petani maupun dampak lingkungan yang akan ditimbulkan dari kegiatan penambangan tersebut,  seluas 10 ribu hektar dengan skema penanaman modal asing (PMA).

Alasan lain, berdasarkan IUP operasional produksi yang dikeluarkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk PT. EMM, Nomor: 66/1/IUP/PMA/2017 dan bakal diajukan penambahan atau perluasan lokasi produksi seluas 20 ribu  hektar. Karena itu, luas area penambangan tersebut dipastikan masyarakat Beutong Ateuh Banggalang akan kehilangan hak atas tanah.

Karena itu, massa AM-GBAB menolak tambang emas tersebut dan mendesak Pemerintah Kabupaten, Provinsi dan Pemerintah Nasional untuk mencabut izin produksi PT. EMM di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh.***

Komentar

Loading...