Sepanjang Tahun 2017

Di Mahkamah Syar’iyah Bireuen, Isteri Cerai Gugat Suami Meningkat

Di Mahkamah Syar’iyah Bireuen, Isteri Cerai Gugat Suami Meningkat
Penulis
Rubrik

Bireuen | Sepanjang tahun 2017 lalu. Mahkamah Syar’iyah (MS) Kabupaten Bireuen telah menerima 1.400 perkara. Jumlah yang ditangani itu terdiri dari gugatan 500 perkara dan permohonan sebanyak 900 perkara.

Panitera MS Kabupaten Bireuen, Irpanusir SH kepada MODUSACEH.CO di ruang kerjanya, Kamis 4 Januarai 2018 menjelaskan, gugatan itu terdiri dari cerai talak, cerai gugat, kewarisan.

“Namun dalam perkara itu yang lebih banyak adalah cerai gugat. Artinya istri menceraikan suami. Hampir 300 perkara cerai gugat dilakukan istri terhadap suami. Selebihnya, suami yang menceraikan istrinya,” jelas, Irpanusir SH.

Kata Panitera MS Kabupaten Bireuen itu, faktor yang menyebabkan perceraian banyak macamnya. Misal suami tak mampu memberikan nafkah, baik lahir maupun batin kepada istrinya. ”Tanggungjawab suami kepada istri tidak ada,” katanya.

Sementara tentang permohonan tadi yang jumlahnya sebanyak 900 perkara. Ada perkara sebut Irpanusir terdiri dari Isbat Nikah, Azhal Wali, Dispensasi Nikah dan Penetapan Ahli Waris. “Namun yang paling banyak adalah Isbat Nikah. Perkara ini mencapai 700, selebihnya terbagi kepada beberapa perkara yang saya sebutkan tadi,” katanya.

Diterangkannya Isbat Nikah ini dilakukan, sebab pada zaman konflik banyak pasangan suami-istri menikah di luar prosedur yang berlaku. Seharusnya menikah di KUA, tapi menikah secara liar. ”Namun rukun dan syarat terpenuhi, karena itu pemerintah memberikan dana untuk penyelenggaraan Isbat Nikah terpadu,” jelasnya.***

Komentar

Loading...