Di Bumi Teuku Umar, Kisah Keretakan Ramli MS-Banta Puteh Syam Berhembus

Di Bumi Teuku Umar, Kisah Keretakan Ramli MS-Banta Puteh Syam Berhembus
Bupati Kabupaten Aceh Barat Ramli MS dan Wakil Bupati Banta Puteh Syam (Foto: antara)

Meulaboh | Entah sudah lama atau baru muncul kepermukaan. Yang pasti, kisah tak elok tentang dugaan keretakan hubungan Bupati Kabupaten Aceh Barat Ramli MS versus Wakil Bupati Banta Puteh Syam, mulai menebar aroma tak sedap di Bumi Teuku Umar, Meulaboh.

Ibarat pepatah, sepandai-pandai menyimpan durian, toh baunya pasti menebar kemana-mana. Duet keduanya memang belum sampai dua tahun. Ramli MS-Banta Puteh Syam dilantik Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Selasa, 10 Oktober 2017, di Gedung DPRK Aceh Barat.

Sekilas memang terkesan harmonis. Apalagi bila terlihat di spanduk dan baliho pada setiap sudut Kota Meulaboh. Dua pemimpin Aceh Barat bersanding penuh senyuman. Tapi siapa nyana, dibalik senyum sumingrah tadi, tersimpan perasaan tak sejalan. Diduga, diam-diam Ramli MS yang diusung Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Partai Aceh (PA) Aceh Barat ini mulai “membatasi” ruang gerak Banta Puteh Syam, yang digadang Partai Gerindra.

Sebut saja saat pembukaan Turnamen Bulu Tangkis, memperebutkan Piala Mifa Cup, 26 Juni 2019 lalu di Gedung Olahraga dan Seni (GOS) Meulaboh. Awalnya, Bupati Ramli MS menyatakan hadir dan bersedia untuk membukanya.

Namun, entah kenapa dia batal datang. Lazim terjadi, saat Bupati berhalangan, maka pembukaan diserahkan kepada Wakil Bupati. Eeh, yang ditunjuk justeru Asisten II Setdakab Aceh Barat, Marhaban. Ironisnya, saat itu Banta Puteh Syam hadir di sana, tapi Marhaban dengan tanpa beban, membacakan sambutan Bupati Ramli MS, dihadapannya.

Akibatnya, Banta Puteh Syam menjadi pendengar setia bersama ratusan undangan lainnya. Saat itu, muncullah berbagai tanda tanya. Nah, benarkah keduanya mulai retak? Kepada media ini, Wakil Bupati (Wabup) Banta Puteh Syam bicara. Bisa jadi, setelah lama dia memendam perasaan itu. Dia pun dengan terang-terangan bercerita.

“Sebenarnya sangat sulit untuk saya ungkapkan dan digambarkan dengan kata-kata. Sejak saya dilantik bersama Bupati Ramli MS memimpin Aceh Barat, kewenangan saya sebagai Wakil Bupati sangat terbatas atau dibatasi hingga saat ini,” ungkap Banta Puteh Syam.

Seperti air mengalir, dia pun bercerita. Banyak masyarakat di Bumi Teuku Umar ini menyebut dirinya sebagai raket bak pisang (rakit dari pohon pisang), yang setelah digunakan, akan dibuang atau tinggalkan begitu saja.

Itu sebabnya, dia merasa bahwa keberadaannya dalam pemerintahan tidak penting. Apalagi, terkait berbagai pembahasan kebijakan daerah, Banta Puteh mengaku tidak pernah dilibatkan. Suasana semakin keruh dan memuncak, pasca adik kandungnya sebagai Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora), Nyak Cut Syam, di non job-kan Bupati Ramli MS. Padahal, adiknya ini memperoleh jabatan tersebut murni, setelah mengikuti lelang jabatan. Artinya, bukan karena rekomundasi dari dirinya sebagai orang nomor dua di Aceh Barat. “Dia profesional ikut tes,” ungkap Banta Puteh.

Hasilnya, tidak sampai empat bulan menjabat, Nyak Cut Syam mundur dari jabatan, karena merasa terzalimi. Itu dilakukan dengan alasan, demi menjaga marwah abangnya Banta Puteh Syam yang juga Wabup Aceh Barat. Maka, dibuatlah skenario dengan surat pengunduran diri pada 2018 lalu.

“Tidak sampai empat bulan sudah dinon-jobkan. Kalau dimutasi masih bagus, meski saya tidak tahu penyebab kenapa di non-jobkan. Itulah yang menjadi persoalan saya. Padahal, dia mampu memberikan prestasi selama memimpin dinas itu melalui kegiatan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA),” ujar Banta Puteh.

Selain itu, Nyak Cut Syam juga mampu menciptakan kekompakan pada dinas yang dia pimpin.  “Saya tidak tahu persis apa yang menjadi alasan Bupati sehingga mengambil keputusan demikian. Saya tanya pada Bupati, tapi dia tidak bisa menjawab,” ulas Banta Puteh.

Hanya itu? Tunggu dulu. Kewenangannya sebagai Wabup yaitu, bidang pengawasan, juga tak dapat dilaksanakan dengan baik. “Bagaimana saya bisa bekerja, karena Bupati tidak pernah melibatkan saya dalam hal apapun. Misal, pembahasan anggaran,” papar Banta Puteh.

Masih kata Banta Puteh Syam. “Bupati memang tidak menggunakan saya dua tahun anggaran berjalan. Saat pembahasan saya tidak pernah dilibatkan tiba-tiba sudah lahir APBK. Itu salah satu bukti nyata beliau memang tidak menggunakan saya,” jelasnya lagi.

Diakui Banta Puteh Syam. Awal masa jabatan, dirinya sering berkonsultasi dengan Bupati. Selanjutnya tidak ada  hingga saat ini. Termasuk komunikasi antar keduanya tidak lagi hingga saat ini. Begitupun, Banta Puteh Syam mengaku tetap menghormati Ramli MS sebagai Bupati Aceh Barat.

Setali tiga uang, kabar keretakan Ramli MS juga terjadi dengan DPW Partai Aceh (PA) Aceh Barat. Lalu, apa kata Bupati Aceh Barat, Ramli MS? Saat dikonfirmasi media ini, Minggu (14/7/2019),  dia enggan berkomentar atas retaknya hubungan dengan Wabup Banta Puteh Syam. “Nyan hana peu tajaweb (itu tidak perlu kita jawab),” katanya singkat. (selengkapnya baca edisi cetak).***

Komentar

Loading...