Breaking News

Di Bireuen Lima Penjudi Togel Dicambuk

Di Bireuen Lima Penjudi Togel Dicambuk
Penulis
Rubrik

Bireuen | Kejaksaan Negeri Bireuen kembali menggelar eksekusi hukaman cambuk, kali ini sebanyak lima terpidana maisir (judi) dikenai hukuman cambuk atas perbuatan yang mereka lakukan itu. Empat diantaranya mendapat tujuh kali cambuk, sedang satu lagi sebelas kali cambuk karena dinyatakan sebagai penyedia tempat.

Jenis perjudian yang mereka mainkan adalah Toto Gelap atau yang dikenal dengan nama Togel alias judi tebak angka. Eksekusi tersebut berlangsung di halaman Masjid Agung Bireuen, Jumat (23/8/2019).

Kepala Kejaksaan Negeri Bireuen, M Junaedi melalui Kasie barang bukti, Agus Salim T mengatakan, terhukum yang dicambuk itu masing-masing, M Nur bin M Nurdin, Safrizal bin M Nur dan Asnawai bin Husaen. Kata dia, ketiga terhukum itu dikenakan pasal 18 Qanun Aceh. Sambungnya, mereka dinyatakan bersalah melakukan Jarimah Maisir (Perjudian) sebagaimana diatur pasal 18 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayah.

“Masing-masing mereka dapat hukum sebelas kali cambuk, dikurangi masa tahanan menjadi tujuh kali cambuk,” ungkapnya.

Masih kata Agus untuk terhukum Lukman bin samaun dikenakan pasal 19 Qanun Aceh dan mendapat hukuman tujuh kali cambuk. Lalu Jamaluddin bin Sulaiman dikenakan pasal 20 Qanun Aceh, dia mendapat hukaman 11 kali cambuk lantaran penyedia tempat.

“Untuk kelima terhukum ini, sebelumnya mereka ditangkap di Kecamatan Peudada dan Jeumpa,” jelasnya.

Sebut Agus lagi, setelah dilakukan penangkapan kemudian dilakukan proses penyelidikan oleh kepolisian Bireuen, lalu dilimpahkan kepada kami setelah dinyatakan lengkap baru disidangkan. “Hari ini baru kita dilaksanakan hukuman cambuk terhadap mereka,” katanya.

Lanjut dia, pelaksanaan eksekusi hukuman cambuk yang dilaksankan itu, bukan merupakan hukuman cambuk yang terahkir terhadap terhukum cambuk. “Kami masih juga meneriman SPJP terhadap perkara qanun yang lain, cuma belum sampai ke tahap persidangan. Kalau persidangannya selesai, baru kita jadwalkan eksekusi cambuknya," kata Agus.***

Komentar

Loading...