Derita Gizi Buruk, Alifa Butuh Uluran Tangan

Derita Gizi Buruk, Alifa Butuh Uluran Tangan

Simeulue | Alifa Yustifa (3), tidak seberuntung kebanyakan anak seusianya. Balita berjenis kelamin perempuan itu hanya bisa terbaring lemas di atas kasur akibat penyakit komplikasi yang dideritanya. Gadis kecil buah cinta pasangan Antani Rahman dan Yusnita yang berasal dari Desa Sinar Bahagia, Kecamatan Simeulue Barat, Kabupaten Simeulue itu, mengidap penyakit yang tidak biasa. Ia tidak bisa melihat, belum mampu berbicara, juga dalam kondisi lumpuh.

Yusnita bercerita pada media ini, anak semata wayangnya itu awalnya lahir dalam kondisi normal dan sehat. Tidak terlihat adanya tanda-tanda anaknya mengidap penyakit. Namun memasuki usia lima bulan baru penyakit mulai terlihat.

"Awalnya anak saya ini lahir dalam kondisi sehat, namun semakin bertambah usianya perkembangan fisik dan kesehatannya tidak seperti anak pada umumnya. Memasuki usia lima bulan ia masih saja terbaring lemas belum mampu berbuat apapun," ucap Yusnita, melalui sambungan telepon, Minggu, 24/07/2019.

Dikatakan Yusnita. Alifa awalnya diketahui hanya tidak bisa melihat, namun semakin bertambah usia penyakitnya pun semakin banyak, sehingga pihaknya membawa anak kesayangannya ke Rumah Sakit untuk pengobatan.

"Karena penyakitnya semakin bertambah, saya rujuk ke rumah sakit, saat disitulah diketahui anak saya itu mengalami gizi buruk, dan disarankan melakukan pengobatan lebih lanjut ke Rumah Sakit yang ada di Banda Aceh," jelas Yusnita.

Nah disinilah kendalanya, layaknya sebagai orang tua, Yusnita ingin sekali membawa anaknya untuk diobati ke rumah sakit yang lebih baik. Namun karena terkendala biaya sehingga niat itu diurungkan. Sebab Ayah dari Alifa hanya bekerja sebagai petani, tidak memiliki penghasilan tetap. Sehingga untuk biaya pengobatan Alifa tidak mampu dipenuhinya. Ia sebagai ibu tidak bisa membantu karena harus mendampingi Alifa buah hatinya itu.

"Kendati biaya pengobatan di rumah sakit itu gratis, namun tetap membutuhkan banyak biaya jika Alifa dirujuk ke Banda Aceh, sementara kami tidak memiliki uang untuk itu, untuk makan saja kami susah," ucapnya sedih.

Yusnita mengaku, saat ini usaha untuk mengobati Alifa hanya dilakukan seadanya saja, melalui pengobatan tradisional juga sesekali dengan pengobatan medis. Harapannya begitu besar semoga ada dermawan dari pihak manapun yang mau mengulurkan tangan untuk membantu, supaya anaknya dapat sembuh dari segala penyakit yang sedang dideritanya.

"Saat ini saya dan suami hanya bisa pasrah seraya berdoa, semoga ada keajaiban yang datang menghampiri buah hati kami ini," tuturnya lirih.***

Komentar

Loading...