Breaking News

Di Balik Pengadaan 300 Ekor Sapi PENAS, Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Aceh

Delapan Mati dan Delapan Ekor Tidak di Lokasi, Alamak!

Delapan Mati dan Delapan Ekor Tidak di Lokasi, Alamak!
Ilustrasi/Sapi saat diukur berat pada expo ke IV tahun 2017 Aceh Barat/MODUSACEH/Dok
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Laporan Hasil Pemeriksaan(LHP)-Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Aceh menyebutkan. Pengelolaan aset Sapi Induk pada Dinas  Kesehatan Hewan Provinsi Aceh tidak sesuai ketentuan dan berpotensi menimbulkan kerugian daerah. Temuan itu, berdasarkan LHP BPK RI Nomor 13.C/LHP/XVIII. BAC/06/2017, tanggal 9 Juni. Berdasarkan LHP BPK RI tersebut, Dinas Kesehatan Hewan Aceh dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2016, mengalokasi dana untuk pengadaan Sapi Indukan PO PENAS Rp 3,9 miliar lebih. Pekerjaan pengadaan Sapi Indukan PO PENAS itu dilaksanakan CV. NP. Jumlah pengadaan sapi ada 300 ekor dan pekerjaanya telah selesai dikerjakan CV. NP serta telah dibayar lunas pada 21 Desember 2016.

Lalu, berdasarkan pemeriksaan fisik pada 22 Mei 2017 bersama rekanan, pengurus barang dan Kuasa Pengguna Anggaran (KUA) diketahui dari 300 ekor sapi hasil pengadaan yang dikelola Unit Pelayanan Teknis Inseminasi Buatan (UPTD IB) dan ditempatkan di UPTD Inkubator Kader Peternakan (IKP) Saree, Kabupaten Aceh Besar.  Terdapat 284 ekor sapi masih hidup, delapan ekor mati dan delapan ekor tidak ada di lokasi. Ironisnya, delapan ekor sapi yang mati dan ada berita acaranya. Misal, satu ekor mati tanggal 10 Desember 2016. Sedangkan delapan ekor sapi tidak berada di lokasi UPTD-IKP Sare, diketahui berdasarkan penjelas an Sekretaris Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Aceh, 25 Mei 2017 bahwa pengadaan Sapi PO PENAS ditujukan sebagai aset dan  dijadikan Sapi indukan Inseminasi Buatan serta bukan untuk diserahterimakan pada pihak lain serta sebagai sarana pameran menyambut Pekan Nasional Petani dan Nelayan (PENAS) XV 2017. Kemudian, untuk delapan ekor sapi tadi rupanya sudah diserahterimakan kepada masyarakat per orangan di Desa Peradeu, Kecamatan Pantai Raja, Kabupaten Pidie Jaya.

Celakanya, diduga penyerahkan itu tidak sesuai ketentuan, karena dinas terkait tidak menyimpan berita acara serah terima. Dan yang mengetahui secara pasti terkait penyerahan delapan ekor sapi tadi adalah Kepala Dinas yang dijabat Raihanah menggantikan M. Yunus. Berdasarkan konfirmasi BPK RI dengan Kuasa Pengguna Anggaran, diketahui sebagaimana disampaikan sekretaris dinas tersebut, delapan ekor Sapi memang telah diserahterimakan kepada masyarakat Desa Peurade, Pantai Raja, Pidie Jaya. Hal itu juga diperkuat dengan adanya surat keterangan dari Keuchik Gampong Peurade yang menyatakan empat orang masyarakatnya, inisial S, MH, I dan T telah menerima delapan ekor Sapi dari Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Aceh. Atas perbuatan tersebut, diduga daerah rugi senilai Rp 106 juta dengan harga per ekor sapi Rp 13 juta lebih. “Dengan demikian dapat disimpulkan telah terjadi pengalihan aset yang tidak sesuai dengan ketentuan dan berpotensi menimbulkan kerugian keuangan daerah,” kata BPK RI.***

Komentar

Loading...