Breaking News

Daun Obat Ini Bisa Sebabkan Kecanduan Seperti Narkoba

Daun Obat Ini Bisa Sebabkan Kecanduan Seperti Narkoba
Daun kratom masuk dalam kategori narkotika (Foto: Kompasiana)
Penulis
Rubrik
Sumber
sehatnesia.com

Pernahkah Anda mengenal atau sekadar tahu mengenai daun krotom? Daun kratom yang nama latinnya Mitragyna speciosa (dari keluarga Rubiaceae), dikenal juga di Indonesia dengan nama daun purik atau ketum, dan telah lama digunakan sebagai obat herbal penghilang rasa sakit. Bisa dimakan mentah, diseduh seperti teh, atau diubah menjadi kapsul, tablet, bubuk, dan cairan.

Tanaman ini tumbuh di Thailand, Malaysia, Indonesia dan Papua Nugini. Produk herbal yang mengandung kratom mulai populer di Amerika Serikat dan dibawa untuk orang-orang yang menderita penyakit mental, kecemasan atau depresi.

Ternyata, daun ini mengandung zat opioid. Zat opioid adalah obat yang bekerja pada sistem saraf untuk meredam rasa sakit. Penggunaan berlanjut dan penyalahgunaan dapat berakibat pada ketergantungan fisik dan gejala putus zat.

Penggunaan opioid kuat mungkin sesuai untuk beberapa kasus nyeri kronis dan pengobatan sebaiknya diawasi oleh dokter spesialis dan kondisi pasien sebaiknya dikaji setiap interval tertentu.

Mencampur kratom dengan zat psikoaktif lainnya dapat sangat berbahaya, karena dapat menimbulkan interaksi negatif satu sama lain, di antaranya adalah kejang-kejang.

Komisaris Badan Makanan dan Distribusi Obat Amerika Serikat Scott Gottlieb, MD, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ilmuwan dari badan kesehatan telah mengambil beberapa langkah penting untuk lebih memahami bagaimana kratom bekerja di tubuh.

Penelitian mereka mengungkapkan bahwa senyawa dalam kratom memiliki kesamaan struktural dengan obat penghilang rasa sakit opioid, dan beberapa di antaranya berikatan dengan reseptor opioid yang sama pada otak.

American Kratom Association mengatakan, Badan Makanan dan Distribusi Obat bias dan tidak suka terhadap produk tersebut.

Tapi Gottlieb memperingatkan bahwa mengklaim itu tidak berbahaya karena itu “cuma tanaman” bisa menjadi pikiran yang berbahaya.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Di Indonesia, kratom telah dimasukkan ke dalam daftar New Psychoactive Substances (NPS) oleh Laboratorium Badan Narkotika Nasional (BNN). Hanya saja, kratom belum dicantumkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 13 tahun 2014.

Penggunaan berulang dapat mengakibatkan ketergantungan dan toleransi, tapi ini bukan alasan tidak digunakannya dalam mengatasi nyeri pada penyakit parah.

Karena hingga saat ini belum dikeluarkan aturan mengenai kratom khususnya mengenai peredaran, dampak, dan penggunaannya, maka Anda perlu mengawasi anggota keluarga Anda, mengingat kratom masih dijual secara bebas, terlebih manfaat kratom juga masih dipertanyakan secara medis.***

Komentar

Loading...