Kasus Pengadaan Mobil Damkar

Dari Kejari Menuju Pengadilan Tipikor

Dari Kejari Menuju Pengadilan Tipikor
Mirna/MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik
Sumber
Laporan Mirna (Banda Aceh)

Banda Aceh | Hari ini, Jumat (9/6/2017), Kejaksan Negeri (Kejari) Banda Aceh, secara resmi menyerahkan dan melimpahkan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran (Damkar) kepada Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh. Mobil yang dibeli dengan harga Rp 17,5 miliar ini, dilakukan Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendapatan dan Kekayaan Aceh (DPKA), untuk kemudian diserahkan kepada Pemko Banda Aceh.

Kepala Kejari Banda Aceh, Husni Thamrin SH, didampingi, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Muhammad Zulfan menyatakan. Pelimpahan ini dilaksanakan untuk menuju tahap selanjutnya yaitu persidangan. "Hari ini kita menyerahkan barang bukti berupa dokumen berserta empat tersangka yaitu, Siti Maryami selaku Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen (KPA/PPK) pada Dinas Pendapatan dan Kekayaan Aceh (DPKA), Syahrial selaku Ketua Pokja Unit Layanan Pengadaan (ULP) Provinsi Aceh, Ratziati Yusri, Komisaris Utama PT Dhezan Karya Perdana, dan Dheni Okta Pribadi, Direktur PT Dhezan Karya Perdana," ungkap Husni Thamrin.

Husni Thamrin juga mengatakan, ada kemungkinan jumlah tersangka bertambah, seiring berjalannya persidangan nanti. Tentu, akan terungkap data dan fakta-fakta baru. "Kasus mark-up mobil Damkar milik Pemerintah Aceh ini diduga telah merugikan negara Rp 4,7 miliar dari pagu Rp 17,5 miliar yang bersumber dari APBA Tahun 2014", katanya. Sementara itu keempat tersangka dugaan rasuah tersebut nantinya akan dikenakan Pasal 2 dan Pasal 3 UU No 31 tahun 1999 atau UU perubahan No 20 tahun 2001 dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun maksimal 20 tahun.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...