Breaking News

‘Jalan Tak Lurus’ Gatot Brajamusti

Dari Jin, Izrail, Narkoba Hingga Seks Bebas

Dari Jin, Izrail, Narkoba Hingga Seks Bebas
Gatot, Reza dan Elma
Segala puji kita panjatkan kehadiran Illahi. Semua ampunan kita mohonkan kepada Tuhan. Kita bersimpuh pada maha kuasa, kita bersujud mohon kepada Allah. Subhanaullah, Walhamdulillah, Walaillah hailaullah, Allahu akbar”.
***
Itulah beberapa syair yang tertuang dari album religi bertajuk: Jalan Yang Lurus. Lagu itu hasil cipta Gatot Brajamusti, yang sempat hit dibelantika khasanah musik religi di tanah air. Jika belum mendengarnya, Anda bisa streaming di media sosial youtube. Dengan suara khas dan videoklip menarik, setidaknya lagu ini bisa membuat Anda meneteskan air mata. Begitupun, siapa sangka, sang penyanyi dan penciptanya Gatot Brajamusti, akhirnya menempuh jalan ‘tak lurus’ seperti lirik lagu yang dia ciptakan. Dia diciduk aparat kepolisian karena tertangkap tangan sedang menkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu.

Perilaku  tak elok Gatot semakin terkuak, saat muncul pengakuan dari sejumlah aktris yang menjadi korban dari perbuatannya itu. Ternyata, Gatot penguna narkoba, pemilik senjata api ilegal dan pengagum seks bebas. Gatot gemar melakukan hubungan seks berkelompok yang melibatkan tiga orang  (threesome) dan berhubungan badan dengan beberapa perempuan secara bergiliran di kamarnya. Alasannya atas keinginan jin, Izrail dan Nabi Sulaiman. Gila!

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono mengungkapkan. Gatot Brajamusti sudah mengakui adanya aktivitas pesta seks di padepokan miliknya. Dihimpun dari berbagai sumber, Reza Artamevia juga mengakui adanya aktivitas seks tersebut. Sebab, Reza cukup lama menjadi pengikut Gatot dan tinggal di padepokan Melalui kuasa hukumnya Muhammad Kamil, Reza Artamevia membenarkan semua keterangan itu. "Kalau Gatot sudah mengakui, berarti tanggapan apa ya?" kata Kamil yang mengaku baru tahu soal pengakuan Gatot Brajamusti. "Kan itu saya baca di media, Kabid Humas ngomong begitu. Kalau sudah dinyatakan begitu, kejadiannya begitu, enggak perlu ditanggapi lagi, gitu," ujar Kamil.


Kamil tak berani banyak berkomentar soal ini. Sebab, menurut dia, proses hukum masih berjalan. "Ya tidak membenarkan, tidak mengelak. Kalau memang Aa Gatot mengakui seperti itu, ya seperti itu," katanya Pengakuan menghebohkan juga keluar dari mulut Gatot Brajamusti. Menurut juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Awi Setiyono, tersangka kasus narkoba dan kepemilikan senjata api ilegal itu mengakui adanya aktivitas presta seks di Padepokan Brajamusti.

"Dia juga mengakui pernah melakukan 'threesome' dengan beberapa wanita secara bersamaan. Ini diperkuat oleh pengakuan dari istrinya," kata Komisaris Besar Awi Setiyono di kantornya, Kamis, 6 Oktober 2016. Lebih lanjut dikatakan Awi, aktivitas seks yang dilakukan Gatot Brajamusti tergolong tak lazim. Sebab, mantan Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) itu juga kerap kali berhubungan badan dengan beberapa perempuan secara bergiliran.

"Dia mengakui melakukan persetubuhan dengan korban-korbannya secara bergiliran, satu per satu masuk ke kamar," ucap Awi. Diduga, Gatot Brajamusti lebih dulu mencekoki perempuan-perempuan di padepokannya dengan sabu, yang juga dia sebut sebagai aspat. Dugaan adanya pesta seks dan pengaruh sabu-sabu sudah dilontarkan penyanyi Reza Artamevia dan Elma Theana, saat diperiksa di Polda Metro Jaya, akhir September 2016. Keduanya diduga mengetahui soal ritual seks tersebut. "Gatot memperdayai korbannya dengan sabu-sabu, kemudian melakukan pesta seks," ujar Awi.

Gatot Brajamusti ditangkap Kepolisian Resor Mataram, Nusa Tenggara Barat. Bersama dia juga diciduk istrinya, Dewi Aminah, dalam kasus narkoba. "Dia ditangkap bersama tersangka Gatot saat berada di Hotel Golden, Mataram," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian RI Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar saat dikonfirmasi pada Senin, 29 Agustus 2016. Polisi menangkap Gatot Brajamusti dan istrinya pada Minggu malam, 28 Agustus 2016. Saat ditangkap, Gatot sedang mengkonsumsi sabu. Menurut Boy, Gatot ditangkap sesaat setelah dia terpilih lagi menjadi Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) untuk periode 2016-2021.

Menurut Boy, kepolisian saat ini tengah menyidik Gatot Brajamusti dan istrinya di Kepolisian Resor Mataram, Nusa Tenggara Barat. Keduanya dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka juga dijerat beberapa kasus lainnya. "Untuk TSK Gatot Brajamukti dan Dewi Aminah beserta barang bukti penyalahgunaan psikotropika diserahkan penanganannya ke Polres Mataram," kata Boy. Dalam kasus ini, polisi mendapatkan sejumlah barang bukti mulai dari klip plastik berisi kristal sabu, bong atau alat isap, sedotan, telepon seluler, dan dompet milik tersangka. Artis Gatot pernah merilis album religi berjudul: Tunjukkan Jalan yang Lurus. Dia sempat menempuh jenjang pendidikan di Universitas Indonesia, tapi tak sempat lulus. Tak lama kemudian ia menikah dengan Dewi Aminah (baca: Siapa Gatot?).

Lantas, seperti apa cara Gatot mengelabui korbannya, agar mau mengkonsumsi sabu dan mengikuti ritual seks? Awi Setiyono menuturkan. Kepada polisi, Reza mengaku pesta seks itu diawali dengan menikmati sabu yang oleh Gatot disamakan dengan "aspat" atau makanan jin. "Sabu yang dimakan Gatot kemudian dibagikan kepada para korban dari mulut ke mulut. Itu juga dilakukan Reza dan Elma, yang ikut dalam pesta seks tersebut," kata Awi, dalam jumpa pers, di kantornya, Selasa, 27 September 2016.

Kakak Elma, Rency Milano, mengaku pernah melihat adiknya mengkonsumsi barang yang disebut Aspat di hadapannya. "Cuma dia jelasin cara make-nya itu sama kayak orang nyabu," ujarnya, kepada Tabloidbintang.com, 1 September 2016. "Dia (Elma) bahkan sempat mau mengeluarkan asap dari mulut dia ke mulut saya. Di situ saya enggak mau. Saya enggak tahu maksudnya dia apa mau keluarkan asap ke mulut saya". Kedua, mengunakan istilah gaib, seperti Jin hingga Tuhan. Perempuan berinisial CT, murid Gatot pada 2007 hingga 2011, mengungkapkan. Gatot sering menggunakan istilah gaib, semisal jin dan segala hal yang berkaitan dengan jin. Urusan seksual pun dikait-kaitkan dengan jin. "Jadi dia (Gatot) adalah raja jin dan harus diberi makan dengan seks," ujar kuasa hukum CT, Rhony Sapulette, 9 September 2016.

Untuk memuluskan niatnya bersetubuh dengan para murid di padepokan, ujar Rhony, Gatot juga kerap berbalik mengaku sebagai Tuhan. Pengakuan Gatot yang berubah-ubah itu, Rhony melanjutkan, diawali dengan pemberian narkoba yang diduga jenis sabu kepada muridnya. Narkoba itu oleh Gatot disebut sebagai aspat. "Aspat itu disebutnya (Gatot) adalah makanan jin," kata Rhony.

Pengacara Reza Artamevia, Ramdan Alamsyah, mengungkapkan kliennya mengkonsumsi obat yang disebut Aspat. Menurut Ramdan, Aspat adalah ramuan khusus yang dikonsumsi Reza ketika kurang enak badan. Malam itu (saat ditangkap di Mataram, Lombok, Minggu, 28 Agustus 2016), dia memakai Aspat karena flu. Menurut Ramdan, hanya Gatot yang tahu apa saja kandungan di dalam Aspat. "Reza tidak tahu-menahu," kata Ramdan, 10 September 2016. Tapi, Achmad Rifai, pengacara Gatot Brajamusti, membantah kalau kliennya itu mengaku sebagai malaikat di hadapan seluruh anggota padepokannya.

"Tidak pernah ada kalimat itu, tidak ada mengaku sebagai malaikat," kata Achmad Rifai yang ditemui usai mendampingi pemeriksaan Gatot Brajamusti oleh Tim Subdit Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya di Mapolda NTB, Kamis. Dia juga menepis adanya tuduhan pemerkosaan yang dilaporkan oleh CT, seorang wanita yang mengaku kerap disetubuhi Gatot Brajamusti, terhitung sejak ikut bergabung dalam padepokan Gatot Brajamusti di Jakarta Selatan. "Tidak ada pemerkosaan dan tidak ada pelecehan seksual disitu. Yang ada mereka sudah berteman lama, kemudian tiba-tiba muncul laporan yang seolah-olah terjadi perbuatan di luar itu semua, tidak ada ceritanya begitu," ujarnya.

Lebih lanjut terkait dengan tuduhan yang mengarah kepada kliennya ini, Achmad Rifai memaparkan, ketika seseorang datang melapor ke pihak kepolisian, maka sudah seharusnya ditindaklanjuti dengan mengklarifikasi kepada pihak yang disangkakan. "Yang jelas apa yang sudah mereka sampaikan itu tidak benar dan pemeriksaan ini terkait memberikan keterangan atas tuduhan itu, apakah laporan ini sesuai atau tidak," ucapnya. Benar-benar gila!***

Komentar

Loading...