Maya Purnama Sari

Dari Dugaan Hubungan Asmara, Skenario Perampokan dan Sabu-Sabu

Dari Dugaan Hubungan Asmara, Skenario Perampokan dan Sabu-Sabu
Maya Purnama Sari. (aceh.tribunnews.com)
Penulis
Rubrik

Nagan Raya | Maya Purnama Sari sejak tahun 2013 hingga 2017 ini sering tampil di media massa. Terkenalnya istri pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya, Samsuardi alias Juragan, bukan karena prestasinya sebagai istri wakil rakyat. Sebaliknya, Maya Purnama Sari terlibat dalam beberapa kasus. Senin, 8 Juli 2013 silam, saat bersenang-senang bersama keluarganya di pantai Nagan Permai Indah, kawasan Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya.

Sekitar pukul 18.00 WIB, menggunakan telpon genggam, ketika itu Maya menghubungi temannya, Riki yang tak lain teman semasa Sekolah Menengah Pertama (SMP), Maya mengaku ketika itu sedang berada di depan RSUD Cut Nyak Dhien, Meulaboh.

Singkat cerita, sekelompok orang membawa Riki dan Fadil, bahkan kedua mereka babak belur dihujani pukulan tangan. Kabarnya kelopok itu suruhan Juragan, tapi juragan membantah dan tidak tahu siapa yang memukul Riki dan Fadil. Kasus ini, diduga ada hubungan asmara, begitupun Maya membatah tidak ada hubungan apapun. Lalu, penghujung tahun 2016 lalu, Maya Purnama Sari mengaku disekap kelompok bersenjata. Usut punya usut, Polisi akhir menemukan bahwa kasus itu rekayasa semata. Begitupun Maya Purnama Sari tetap bebas.

Sementara, terkait kasus 2013 dan 2016 Kapolres Nagan Raya AKBP Mirwazi melalui telpon, Kamis (09/03/2017) mengatakan, di balik kasus Maya mengaku disekap, itu diakui Kapolres Nagan bukan perampokan. “Itu bukan perampokan, itu rekayasa, suka-suka sama suka, bukan penculikan maka tidak bisa diproses,” ujarnya, singkat.

Kapolres juga mengatakan, kasus dugaan perselingkuhan itu kasus dia sendiri yang tidak ada kaitanya dengan pidana. Juragan juga tidak membuat laporan terhadap istrinya itu. “Kalau kasus di Banda Aceh ada tindakan pidana sabu-sabu. Juragan juga tidak melaporkan. Kita tidak proses, yang punya istrinya juga tidak melaporkan,” ujar AKBP Mirwazi. Sedangkan Juragan, hingga berita ini diberitakan belum berhasil dikonfirmasi. Dihubungi ke nomor telponnya, tidak aktif lagi. Ketua KPA Nagan Ali Hasyimi juga mengaku Juragan tidak bisa dihubungi. “Nomornya tidak bisa dihubungi Dik,” kata Ali Hasyimi saat media ini minta bantu nomor HP Juragan, Kamis (09/03).***

Komentar

Loading...