Breaking News

Hasil Pileg 2019 di Aceh, 83 Kursi Diisi Perempuan

Dari 13 Kursi Untuk DPR RI, Satu Kursi Diraih Perempuan

Dari 13 Kursi Untuk DPR RI, Satu Kursi Diraih Perempuan
Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE salah satu perempuan, caleg anggota DPR RI Dapil Aceh terpilih pada Pileg 17 April 2019 lalu (Foto: Ist)

Banda Aceh | Walau belum maksimal dan memuaskan. Wajah anggota legislatif perempuan di Aceh hasil Pileg 17 April 2019 lalu, tetap saja menghiasi ruang dan kursi parlemen di DPR RI,  DPR Aceh dan DPRK.

Namun,  dari 23 kabupaten dan kota di Aceh, hanya terisi 83 kursi. "Dari 731 kursi legislatif di Aceh, baik tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota di Aceh, 83 kursi di antaranya diraih perempuan," kata Ketua Divisi Data dan Informasi KIP Aceh Agusni AH di Banda Aceh, Minggu (24/8/2019).

Menurut Agusni, keterwakilan perempuan terbanyak di lembaga legislatif seluruh Aceh periode 2019-2024 ada di DPRK Aceh Tamiang yaitu, 30 kursi ada 11 di antaranya diraih perempuan.

"Dari jumlah tersebut, tingkat keterwakilan perempuan di DPRK Aceh Tamiang mencapai 36,6 persen, sementara untuk DPR RI, dari 13 kursi hanya satu kursi yang diraih perempuan yaitu, Illiza Sa'aduddin Djamal," kata Agusni AH yang juga mantan Ketua KIP Kota Langsa.

Sementara, untuk DPR Aceh, ada sembilan perempuan yang terpilih dari 81 kursi atau tingkat keterwakilan hanya 11 persen. DPRK Pidie ada tujuh perempuan dari 40 kursi atau 17,5 persen tingkat keterwakilan perempuan.

Selanjutnya, DPRK Sabang dari 20 kursi, lima di antaranya perempuan atau tingkat keterwakilan 25 persen. DPRK Simeulue terpilih empat perempuan dari 20 kursi atau 20 persen. DPRK Langsa diraih empat perempuan dari 25 kursi atau 16 persen. DPRK Nagan Raya, empat kursi diraih perempuan dari 25 kursi atau 16 persen.

DPRK Lhokseumawe juga terpilih empat perempuan dari 25 kursi atau 16 persen. DPRK Subulussalam dengan tiga kursi perempuan dari 20 kursi atau 15 persen. DPRK Aceh Tengah dan DPKR Banda Aceh masing-masing empat kursi perempuan dari 30 kursi atau tingkat keterampilan sebesar 13 persen.

DPRK Aceh Singkil tiga perempuan dari 25 kursi atau 12 persen. DPRK Aceh Tenggara tiga kursi perempuan dari 30 kursi atau 10 persen, DPRK Aceh Selatan tiga kursi dari 30 kursi atau 10 persen keterwakilan perempuan.

DPRK Aceh Barat dua kursi dari 25 kursi atau 8 persen keterwakilan perempuan. DPRK Bireuen dan DPRK Aceh Timur masing-masing tiga kursi dari 40 kursi atau tingkat keterwakilan 7,5 persen.

DPRK Gayo Lues dan DPRK Aceh Jaya masing-masing satu dari 20 kursi atau tingkat keterwakilan perempuan hanya lima persen. DPRK Aceh Barat Daya, DPRK Pidie Jaya, dan DPRK Bener Meriah, masing-masing satu kursi dari 25 kursi atau tingkat keterwakilan perempuan empat persen.

"Serta DPRK Aceh Besar dari 35 kursi, hanya satu kursi perempuan atau 2,85 persen. Dan DPRK Aceh Utara dari 45 kursi, satu kursi diraih perempuan atau tingkat keterwakilan hanya 2,2 persen," jelas Agusni AH.***

Komentar

Loading...