Breaking News

Baru 14 Atlet Aceh Lolos PON Papua

Dana Minus, Keberangkatan Porwil Terancam Gunakan Bus  

Dana Minus, Keberangkatan Porwil Terancam Gunakan Bus  
Abu Razak (Foto: waspadaaceh.com)
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Banda Aceh

Banda Aceh | Untuk posisi sementara, atlet Aceh baru 44 orang yang lolos menuju PON XX-2020 di Provinsi Papua. Dari jumlah itu, lima dari cabang olahraga atletik. Sisanya dari golf, takraw, judo dan balap sepeda.

Ketua Harian KONI Aceh H. Kamaruddin Abubakar (Abu Razak) kepada media ini, Sabtu (24/8/2019) di Banda Aceh mengatakan. Dari cabang atletik telah lolos ke PON, lima atlet, golf (2), takraw (3), judo (2) dan balap sepeda 2 atlet.

Katanya, lima atlet atletik lolos ke PON setelah mencapai limit yang ditentukan PB PASI ketika mengikuti kejuaraan nasional (Kejurnas) Pra PON yang digelar di Bandung, Jawa Barat,  1 - 7 Agustus 2019.

Lima atlet tersebut yaitu, Burhan Wardhani nomor lari 100 meter catatan waktu 10,72 detik peringkat ke empat, lari estafet 4 x 100 meter dengan pelari Fuad Ramadhan, Burhan Wardhani, Arwin Rahmad dan Ogsa Agfreansa, Supriyadi (lempar lembing) rekor 61,14 meter peringkat ke empat.

"Pra PON di Bandung merupakan yang kedua yang diikuti Aceh dengan mengirimkan 15 atlet. Pra PON pertama digelar di Surabaya, 28 - 31 Maret, PASI Aceh mengirimkan empat atlet namun belum lolos. Atletik punya sekali lagi ajang prakualifikasi PON yaitu diperlombakan di Porwil Sumatera di Bengkulu, November mendatang," jelas Bachtiar, Wakil Ketua KONI Aceh yang Ketua Harian PASI Aceh, mendampinggi Abu Razak.

Dia menjelaskan, cabang judo meloloskan 2 atlet dari Kejurnas sekaligus Pra PON yang gelar di Jogyakarta,  26 Agustus 2019. Dua atlet judo tersebut meraih dua medali emas. Cabang beladiri ini cuma sekali Pra PON dan sudah selesai.

Lalu, ada golf lolos dua atlet peringkat ke-8 pada Pra PON yang digelar di Jakarta, pertengahan Juli dan takraw loloskan tiga atlet hasil juara pool pada Pra PON yang digelar akhir Juli 2019. Kedua cabor ini juga sekali Pra PON.

Balap sepeda meloloskan dua atlet nomor downhill (sepeda gunung) Pra PON yang digelar di Palembang, Sumatera Selatan, 17 - 18 Juli 2019. Di Pra PON atlet downhill Aceh berada di peringkat ke-13 sistem penilaian akumulasi nilai daerah. Cabang balap sepeda road race (jalan raya), downhill/MTB, BMX cross semuanya sudah selesai Pra PON.

Selain itu, Fuad Ramadhan nomor estafet atlet kategori atau prioritas satu yang mendapat delapan bulan pemusatan latihan daerah (Pelatda) dari KONI Aceh,  yang lainnya atlet lolos PON tersebut merupakan kategori IV satu bulan Pelatda.

Ia berharap, atlet yang sudah lolos PON segera mungkin latihan secara sistimatis menuju PON Papua. Tanpa latihan kontinyu sangat dikuatirkan bisa meraih medali di PON. Menghadapi Pra PON dan Porwil sebut Abu Razak, KONI Aceh menyiapkan 191 atlet dari 34 cabor mengikuti Pra PON dan 62 atlet dari 11 cabor menghadapi Porwil. Semuanya 253 atlet.

Para atlet dibagi dalam empat kategori. Atlet kategori I, II peraih medali emas, perak di PON XIX/2016 Jawa Barat, Kejurnas resmi/terbuka, Pomnas, Popnas 2017, 2018 mendapat 8 bulan Pelatda. Kategori III peraih perunggu, tiga bulan Pelatda. Sedangkan Kategori IV tanpa medali, satu bulan Pelatda.

Dari enam cabang olahraga yang sudah menggelar Pra PON yakni basket 5x5, balap sepeda, judo, golf, atletik, takraw. Basket 5x5, Aceh tidak lolos. Masih ada basket nomor 3x3 yang belum Pra PON. Ada cabang yang sudah menggelar Pra PON, tapi masih ada satu kali lagi, seperti wushu dan atletik di Porwil.

Masih sekitar 30 cabang olahraga akan menggelar prakualifikasi melalui Pra PON dan Porwil. Cabang olahraga yang sudah di Pra PON juga dipertandingkan di Porwil seperti atletik, catur dan biliar.

Khusus untuk keberangkatan menuju Porwil X di Provinsi Bengkulu ungkap Abu Razak, KONI Aceh masih mengalami kekurangan anggaran dalam persiapan kualifikasi Pra PON XX/Papua 2020 dan Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) X Sumatera di Bengkulu.

“Tahun ini, kita mengajukan permohonan Rp42 miliar tapi yang dikabulkan Rp20 miliar. Anggaran sebesar ini, kita agak berat. Kita harapkan ada tambahan anggaran dalam perubahan," katanya di Banda Aceh.

Ia menjelaskan jika anggaran tidak bertambah maka dirinya mengkhawatirkan atlet dari 11 cabang olahraga yang akan berlaga di Porwil X di Bengkulu pada November mendatang akan berangkat menggunakan transportasi darat atau bus, mengingat harga tiket pesawat begitu mahal dan anggaran KONI Aceh tidak mencukupi.

“Sekarang kita dari Aceh ke Jakarta dulu, dari Jakarta baru ke Bengkulu, cost-nya mungkin Rp10 juta per orang. Kalau anggaran tidak ada tambahan mungkin kita harus cari solusi lain, contohnya harus pergi dengan bus, Porwil sudah dekat,” kata Abu Razak, menambahkan.

Sekretaris KONI Aceh M Nasir Syamaun menyebutkan, karena kekurangan anggaran tersebut salah satu yang menjadi alasan dilakukannya pembagian kategori prioritas dalam pelaksanaan pemusatan latihan daerah (pelatda) Pra PON XX dan Porwil X.

Ia menjelaskan perbedaannya pada pelatda desentralisasi dan sentralisasi. Prioritas satu dan dua akan melakukan pelatda desentralisasi serta sentralisasi. Sementara prioritas ketiga dan keempat hanya melakukan pelatda desentralisasi.

Sentralisasi yakni para atlet yang melakukan pelatda yang disediakan gaji, akomodasi, konsumsi, serta ekstra poding dan lainnya. Sementara desentralisasi atlet yang hanya digaji setiap bulannya, namun tidak dikarantina atau diberikan penginapan selama pelatda.

“Sejauh ini kita baru dapat uang Rp20 milliar untuk Pra PON XX dan Porwil X. Dana sebesar itu sejauh ini tidak mencukupi, makanya kita pisah begini (pembagian kategori prioritas pelatda),” kata Nasir seperti diwartakan antaranews.com.

Apalagi kata Nasir, Aceh dan Sumatera Utara akan menjadi tuan rumah PON 2024. Maka mempersiapkan atlet dengan mental juara minimal membutuhkan waktu empat tahun, tidak bisa secara instan.

“Nanti kalau dikasih uang banyak di tahun 2022 atau 2023 enggak tahu lagi mau kita mau bikin apa, harusnya dari sekarang atlet ini kita persiapkan selama empat tahun menuju PON (Aceh-Sumut),” ungkap Nasir.***

Komentar

Loading...