Ini Dia Daftar 34 Eks Koruptor yang Maju Jadi Caleg 2019

Ini Dia Daftar 34 Eks Koruptor yang Maju Jadi Caleg 2019
NETGRIT Hadar Nafis Gumay di Diskusi Polemik Pencalonan Napi Korupsi di Indonesia Corruption Watch, Kalibata Timur, Jakarta, Minggu (9/9/2018). (Foto: Eny Immanuella Gloria)
Penulis
Rubrik
Sumber
Kumparan.com

Jakarta | Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meloloskan 17 dari 34 mantan narapidana korupsi menjadi bakal calon anggota legislatif (bacaleg) di Pileg 2019. Sedangkan 17 orang sisanya masih dalam tahap menunggu putusan Bawaslu.
 
Keputusan itu dianggap bertentangan dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 20 Tahun 2018 yang melarang napi korupsi mencalonkan diri.

Selain korupsi, dua kategori lainnya, yakni narkoba dan kejahatan seksual terhadap anak, juga dilarang mencalonkan diri menjadi bacaleg. Aturan itu jelas tertulis dalam Pasal 4 ayat 3 PKPU 20/2018, bahkan dimasukkan ke dalam pakta integritas persyaratan bacaleg.

"Ada 34 caleg yang (mengusung mantan) koruptor, tapi kemudian diloloskan Bawaslu. Saya yakin masih ada yang keputusan lain di lapangan,” ujar Pendiri Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit), Hadar Nafis Gumay, dalam diskusi di Kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Jakarta Selatan, Minggu (9/9).

NETGRIT Hadar Nafis Gumay, Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini, Dosen Unand Padang Charles Simabura, dan Dosen STIH Jentera Bivitri Susanti di Diskusi Polemik Pencalonan Napi Korupsi di ICW, Jakarta, Minggu (9/9/2018). (Foto: Eny Immanuella Gloria)

Catatan Hadar senada dengan data Bawaslu. Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja, menyebut, dari 34 napi korupsi yang menggugat, pihaknya telah meloloskan setengah di antaranya, dari yang sebelumnya meloloskan 12 orang.

Gugatan itu dilayangkan setelah adanya larangan dari KPU bagi para mantan koruptor menjadi bacaleg. Bagja menyebut, putusan Bawaslu yang meloloskan para mantan koruptor itu, berdasarkan pada hak dipilih dan memilih yang diatur dalam Pasal 28 j UUD 1945 dan dituangkan dalam UU Pemilu.

Peta Caleg mantan koruptor di berbagai daerah di Indonesia. Hanya PDIP, PSI, PPP, dan PKB yang tidak mengusung mantan koruptor nyaleg, Minggu (9/9/2019). (Foto: kumparan.com)

Adapun 34 bacaleg mantan koruptor itu versi Netgrit, yakni:

Gerindra

  1. M Taufik (caleg DPRD DKI Jakarta)
  2. Ferrizal (caleg DPRD Belitung Timur)
  3. Mirhammuddin (caleg DPRD Belitung Timur)
  4. Alhazar Sahyan (caleg DPRD Tenggamus, Lampung)
  5. Herry Kereh (caleg DPRD Sulawesi Utara)

PAN

  1. Masri (caleg DPRD Belitung Timur)
  2. Abdul Fattah (caleg DPRD Jambi)
  3. Muhammad Afrizal (caleg DPRD Lingga)
  4. Bahri Syamsu Arief (caleg DPRD Cilegon)

Golkar

  1. Saiful Talib Lami (caleg DPRD Tojo Una-Una)
  2. Heri Baelamu (caleg DPRD Pandeglang)
  3. Dede Widarso (caleg DPRD Pandeglang)
  4. Edy Muklison (caleg DPRD Blitar)

PKPI

  1. Joni kornelius Tondok (caleg DPRD Toraja Utara)
  2. Raja Zulhindra (caleg DPRD Indragiri Hulu)
  3. Yuridis (caleg DPRD Indragiri Hulu)

Hanura

  1. Moh Nur Hasan (caleg DPRD Rembang)
  2. Warsid (caleg DPRD Blora)
  3. Mudatsir (caleg DPRD Jawa Tengah)

Partai Berkarya

  1. Andi Muttamar Mattotorang (caleg DPRD Bulukumba)
  2. Mieke Nangka (caleg DPRD Sulawesi Utara)
  3. Yohanes Marianus Kota (caleg DPRD Ende)

NasDem

  1. Edi Iskandar (caleg DPRD Rejang Lebong)
  2. Abu Bakar (caleg DPRD Rejang Lebong)

Partai Garuda

  1. Julius Dakhi (caleg DPRD Nias Selatan)
  2. Ariston Moko (aleg DPRD Nias Selatan)

Perindo

  1. Ramadhan Umasangaji (caleg DPRD Parepare)
  2. Samuel Buntuang (caleg DPRD Gorontalo)

Demokrat

  1. Jhoni Nasibuan (caleg DPRD Cilegon)
  2. Dareo (Caleg DPRD Manado)

PKS

  1. Maksum DG Mammassa (caleg DPRD Mamuju)

PBB

  1. Nasrullah Hamka (aleg DPRD Jambi)

Caleg DPD

  1. Abdullah Puteh (Aceh)
  2. Syahrial Kui Damapolii (Sulawesi Utara)
"Pileg dan Pilpres 2019" - vote sekarang juga -

Komentar

Loading...