Breaking News

Curiga Dana Diselewengkan, Warga di Aceh Barat Segel Kantor Desa Malam Hari

Curiga Dana Diselewengkan, Warga di Aceh Barat Segel Kantor Desa Malam Hari
Foto: Aidil Firmansyah

Meulaboh | Kantor Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, disegel puluhan warga, Jumat, 24 Mei 2019 dini hari.

Massa menuding aparat desa mengelola anggaran tidak transparan serta disinyalir ada proyek pembangunan fiktif. 

Kantor desa disegel warga menggunakan spanduk bertuliskan; Tolong Usut Dana Desa Tahun 2016, 2017 dan 2018. Mereka memajangnya tepat di depan pintu masuk, kemudian dipaku menggunakan papan dan berbagai kayu bekas di bagian pintu samping kantor tersebut.

Usai shalat tarawih, warga datang menyegel kantor itu, turut disaksikan aparat kepolisian Sektor Johan Pahlawan, Polres Aceh Barat.

Warga mengaku juga pernah duduk bersama aparat desa, membahas kejelasan dana yang sudah ditarik itu, namun yang lantang bersuara malah diusir saat rapat berlangsung, hingga akhirnya kekesalan warga memuncak dan menyegel kantor desa.

Zaidan, warga setempat mengatakan. Pihaknya sudah sering meminta kejelasan penggunaan dana desa yang dialokasikan untuk pembangunan fisik, Namun aparat desa seolah-olah menutupi hal tersebut dan tidak mengindahkan permintaan warga.

“Kita mempertanyakan dana desa tahun 2016, 2017, 2018, indikasinya ada penyelewengan, banyak dana yang digunakan namun pembangunan tidak selesai,” kata Zaidan kepada wartawan.

Adapun beberapa proyek yang terindikasi adanya penyalahgunaan dana menurut warga meliputi. Pemeliharaan dengan anggaran Rp 28.520.000. Tahun Anggaran (TA) 2016, Pemeliharaan Daerah Aliran Sungai Eceng Gondok Rp 19.000.000. TA 2017, Pembangunan Ruko BUMG Tahap I 2016, Rp 30.000.000 TA 2017, Pembangunan Saluran Irigasi Cot Limut Rp 24.000.000 TA 2018 dan Pembangunan Lumbung Padi Desa Rp 15.000.000, TA 2018.

Dikatakannya, seperti pembangunan Lumbung Padi, pemerintah desa telak menarik uangnya, tetapi pembangunan tidak terlihat hingga sekarang. Lebih ironis lagi, pembangunan Ruko BUMG Tahap I hingga saat ini belum tampak. Bahkan tanah yang ditunjuk sebagai lokasi pembangunan juga sudah diperjual belikan.

“Uang diambil tapi proyek tidak dikerjakan, pembangunan Ruko BUMG sampai sekarang belum ada, tanahnya pun sudah diperjual belikan, ketika saya tanyakan di dalam rapat, saya malah diusir, dengan disegelnya kantor desa, kita meminta dan berharap adanya kejelasan dari aparat desa tentang anggaran tersebut,” jelasnya lagi.

Warga juga membawa dugaan penyelewengan tersebut ke pihak kepolisian, agar dapat ditindak lanjuti kecurigaan warga terhadap aparat desa yang terkesan begitu tertutup soal penggunaan dana desa.****

Komentar

Loading...