Breaking News

Camp Pekerja PT. EMM di Beutong Ateuh Dibongkar

Camp Pekerja PT. EMM di Beutong Ateuh Dibongkar

Meulaboh | Penantian masyarakat Beutong Ateuh Benggala, Kabupaten Nagan Raya tidak sia-sia. Waktu yang diberikan selama 24 jam oleh warga agar PT EMM angkat kaki dari kawasan itu akhirnya berhasil dilakukan. Pembongkaran camp pekerja itu berada di Desa Alue Baro. Satu persatu bahan bangunuan camp tersebut dibongkar.

Pantauan MODUSACEH.CO di Beutong Ateuh, pembongkaran dimulai pukul 14.30 WIB, Jumat (12/4/2019). Ini dilakukan 5 pekerja PT. EMM yang datang menggunakan mobil truk mini. Tanpa basa basi mereka mengambil alat dan segera membongkar barak pekerja, dimulai dari pos penjagaan masuk tempat tersebut.

Dibantu Prajurit TNI AD Kodim 0116/Nagan Raya, pembongkaran dilakukan lebih cepat, sekitar 45 menit mereka berhasil merobohkan satu barak dengan luas dan lebar lebih kurang 5 meter. Material bangunan tadi seperti papan, diangkut dan diasingkan ke lokasi lain yang sudah disiapkan pihak perusahaan.

Ratusan warga Beutong Ateh yang sudah hadir di lokasi, dilarang untuk terlibat dalam pembongkaran. Dikhawatirkan akan digoreng seolah-olah warga membongkar paksa. Padahal pembongkaran dilakukan pekerja yang diutus perusahaan tersebut.

Dandim 0116/Nagan Raya, Letkol Kav Nanak Yuliana juga mengawasi langsung pembongkaran ini. Dia mengatakan. Pihaknya menjamin akan membongkar seluruh bangunan panggung atau barak pekerja PT EMM. Meskipun malam hari akan tetap dilanjutkan.

"Saya datang ke sini untuk memantau pekerjaan ini, saya dan Posramil Beutong menjamin bahwa pembongkaran akan dilakukan sampai tuntas, kalau hari ini tidak selesai maka hingga besok akan dilanjutkan, bagi warga yang hadir silahkan kawal dan saksikan pembongkaran," ujarnya.

Dijelaskannya, yang dibongkar hanya barak yang digunakan pekerja untuk tinggal, tetapi Mushola tetap dibiarkan berdiri, sebab hendak dijadikan sebagai tempat istirahat bagi para pengendara yang melintas menuju Nagan Raya dari Takengon atau sebaliknya. Kemudian, sumber air juga akan dicek oleh pihak Kodim, jika rusak maka akan diperbaiki sehingga dapat digunakan ketika ada warga ingin shalat dan beristirahat.

Karena sudah dipenuhi apa yang menjadi keinginan warga. Nurul meminta pemblokiran jalan akses oleh warga untuk segera dibuka agar aktivitas lalu lintas di daerah tersebut kembali normal.

"Mushola kita biarkan agar dapat digunakan, sumber air akan dicek, kita meminta kepada warga agar bisa membuka pemblokiran jalan supaya arus lalu lintas normal kembali. Sayang warga yang menuju Nagan Raya dari Takengon tertahan," katanya.

Diinformasikan sebelumnya, Dandim telah tiba lebih dulu di Beutong Ateuh, namun dirinya tidak diizikan lewat oleh masyarakat, sehingga harus bertahan di Kantor Posramil setempat. Kedatangan truk mini dan pekerjalah yang membuat rombongan Dandim bisa sampai ke camp pekerja PT EMM.

Sementara itu, tim advokasi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh, Aktivis perempuan Cut Asmaul Husna juga ikut hadir untuk memberikan penjelasan hukum kepada masyarakat terkait polemik izin tambang PT EMM.***

Komentar

Loading...