Sehubungan Libur Nasional Hari Raya Idul Adha 2018, Tabloid MODUS ACEH Tidak Terbit, Senin, 20 Agustus 2018. Terbit Kembali 27 Agustus 2018. Redaksi.

Buwas Ingin Beras Dijual di Polsek dan Koramil

Buwas Ingin Beras Dijual di Polsek dan Koramil
Direktur Utama Badan Urusan Logistik (Bulog) Komisaris Jenderal Purn Budi Waseso. Foto: Republika
Penulis
Rubrik

Jakarta | Direktur Utama Badan Urusan Logistik (Bulog) yang baru Komisaris Jenderal Purnawirawan Budi Waseso menyatakan, pihaknya sedang mengupayakan sebuah terobosan baru untuk mendistribusikan beras.

Pria yang akrab disapa Buwas tersebut menginginkan agar beras dijual hingga ke akar rumput masyarakat.

Buwas menginginkan agar beras tidak hanya ada dijual di pasar-pasar induk penjual beras.

"Saya kira beras perlu ada di warung-warung ya, seperti warung-warung kelontong yang ada di masyarakat," ujar Buwas di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Jumat (4/5).

Buwas menilai ini merupakan perwujudan pedagang kelontong sebagai agen-agen beras yang bisa bersentuhan langsung dan menyebar di seluruh Indonesia. Di samping itu, Buwas juga mengatakan akan menjual beras di kantor polisi atau Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dekat dengan masyarakat, misalnya di tingkat kecamatan.

"Kita juga akan melibatkan operasi atau kekuatan dari TNI Polri yang ada di wilayah desa sehingga nanti stok beras itu ada di Polsek (kepoIisian sektor) dan Koramil (Komando Rayon Militer)," ucap mantan Kepala Badan Narkotika Nasional tersebut.

Pelibatan Polsek dan Koramil, lanjut Buwas, selain untuk mempermudah masyarakat mengakses beras, bertujuan agar permainan harga beras oleh pihak-pihak tertentu dapat ditekan. Menurutnya, dengan adanya Koramil dan Polsek sebagai agen beras, maka akan semakin mudah Bulog dalam mengontrol dan memantau distribusi.

"Jadi jelas aman, Bulog akan ngedrop beras-beras itu di Polsek dan di Koramil sentra-sentra masyarakat itu berada, jadi tidak ada yang bisa mempermainkan harga," ucap Buwas.

Beras yang dijual di sentra masyarakat tersebut, menurutnya akan dikemas dengan ukuran yang kecil sesuai kebutuhan rumah tangga, bekisar lima hingga sepuluh kilogram. Adapun soal jumlah akan disesuaikan terlebih dahulu dengan kebutuhan di masyarakat. Kemudian, beras tersebut akan didistribusikan Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

Pengawasan untuk sistem ini, menurut Buwas akan dilakukan dengan sistem barcode. Sehingg setiap beras yang dijual oleh Koramil dan Polsek terdeteksi. Secara lisan, Buwas mengaku sudah berkomunikasi dengan TNI dan Polri. Sehingga MoU terkait hal ini diharapkan akan menyusul.

"Secepat mungkin, kalau saya secepat mungkin. Bisa hari ini kenapa tidak. Nanti kita siapkan secara infrastrukturnya," kata dia.***

Komentar

Loading...