Breaking News

Kerap Ucap "Meukliep" untuk Pejabat dan Camat

Bupati Saifannur Dikritik DPW PAKAR Bireuen

Bupati Saifannur Dikritik DPW PAKAR Bireuen
Fadhil Juang (Foto: Zulhelm8
Penulis
Rubrik

Bireuen | Bupati Kabupaten Saifannur kerap kali mengucapkan kata “meukliep” yang ditujukan kepada bawahannya yakni pejabat dan para camat.

Kata itu disebutkan dalam setiap acara yang dibukanya, terakhir kata meukliep itu disampaikan kepada sejumlah wartawan usai agenda buka puasa bersama, di Meuligo setempat, Jumat (31/5/2019) malam.

Kata dia dari hasil evaluasi selama ini, masih ada kadis dan camat di Kabupaten Bireuen yang tidak becus bekerja alias “meukliep” dan ini perlu dilakukan penyegaran kembali atau akan dimutasi.

Nah, terkait ungkapan Saifannur itu sejumlah kepala dinas merasa apatis dalam bekerja, apalagi anggaran untuk dinas selama ini belum diplotkan.

“Bagaimana bekerja dengan anggaran kegiatan tidak tersedia. Ya kami apatis saja lah dalam bekerja,” kata seorang pejabat yang tidak ingin namanya disebutkan.

Menyangkut kata "meukliep" itu rupanya Dewan Pimpinan Wilayah, Analisis Kajian dan Advokasi Rakyat (DPW-PAKAR) Bireuen, mengkritisi Bupati Saifannur. Kritikan tersebut dilontarkan Sekretaris DPW-PAKAR Bireuen Fadhil Juang.

Menurutnya kata "meukliep" yang Saifannur ditujukan kepada bawahannya itu, secara tidak langsung sudah menyebutkan untuk diri sendiri.

“Jangan asyik bilang untuk camat dan pejabat "meukliep", dia sendiri tak sadar juga "meukliep" hari ini,” sebut Fadhil Juang kepada media ini Selasa (11/6/2019).

Dia juga mempertanyakan peran Saifannur sebagai Bupati, apa yang sudah dilakukan Saifannur. Seharusnya Saifannur juga mempunyai program untuk dinas agar program itu dijalankan dan dibarengi dengan ketersediaan anggaran.

Masih kata Fadhil Juang, sebagai pembina Aparatur Sipil Negara (ASN) Bupati Saifannur seharusnya melakukan pembinaan kepada para pejabat, bukan justru mengatakan "meukliep".

Selama dua tahun lebih Bireuen di tangan mantan pengusaha jasa kontruksi itu, menurut Sekretaris DPW PAKAR Bireuen, belum menunjukan arah perkembangan yang lebih baik. Kalau pun ada perkembangan itu hanya sebatas pembangunan fisik semata.

”Sementara sektor perekonomian masyarakat, sosial dan pendidikan tidak kelihatan adanya perkembangan dan masih lemah,” ujarnya.

Sambung dia lagi, menjabat sebagai Bupati tak hanya pandai dalam "berpantun,” saja. Pantun tak berlaku dalam memimpin sebuah daerah, yang diperlukan kinerjanya,” tegas Fadhil Juang.

Kata Fadhil kalau dalam sisa tiga tahun ini tak mampu membangun. Dia berharap di masa sisa waktu kepimpinan Saifannur sebagai Bupati Bireuen, harus ada program yang pro rakyat terutama mendongkrak perekonomian masyarakat kelas menengah ke bawah.***

Komentar

Loading...