Breaking News

Penangkapan Tersangka Narkotika di Pendopo Bupati Aceh Barat

Bupati Ramli MS: Saya Lihat Ada Kejanggalan!

Bupati Ramli MS: Saya Lihat Ada Kejanggalan!
Bupati Aceh Barat Ramli MS/Foto Juli Saidi

Meulaboh | Sehari setelah penjelasan polisi terkait penangkapan tersangka S (47) tahun. Kini, giliran Bupati Aceh Barat, Ramli MS menjelaskan peristiwa kasus narkoba di Pendopo, Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Jumat (14/09/2018) siang.

Menurut orang nomor satu Aceh Barat itu, kasus tersebut ia tahu setelah membaca di media pers. “Pertama sekali kita mendengar dari berita koran bahwa di Pendopo Bupati telah ditangkap pengedar ganja. Dan yang sangat menghebohkan lagi koran tersebut mengatakan pendopo tempat transaksi narkoba,” kata Ramli MS pada wartawan dalam jumpa pers, Jumat siang tadi

Mendapat kabar tak elok itu, Bupati Aceh Barat pun memanggil beberapa pihak terkait. Bupati menegaskan itu bukan persoalannya. “Sehingga tadi pagi saya memanggil Sekda, Asisten dan Kabag Hukum dan saya juga memanggil Polisi Militer POM). Saya panggil Kejari dan saya jelaskan bahwa ini bukan persoalan saya. Ini persoalan rumah negara, aset negara,” ujarnya.

Menurut Ramli MS, mungkin kejadian tempat lain ada Bupati yang ditangkap karena narkoba. Di Aceh Barat, ditangkap di Pendopo orang gunakan narkoba. Tapi saat itu dia tidak ada di Pendopo. “Sangat mengejutkan setelah saya melihat CCTV tadi,” katanya.

Kata Ramli, ketika ia melihat CCTV, ada salah seorang masuk ke Pendopo, dia (orang masuk masuk tadi) dengan sangat gelisah tidak tenang, langsung menarok barangnya di depan dan masuk ke Pendopo. “Lalu, naik ke atas ,” sebut Ramli MS.

Kata Bupati Ramli MS, kemudian dia (orang masuk tadi) turun lagi, dua menit setelah keluar, ditangkap polisi.  “Anehnya, ketika dia bawa balik ke sini (pendopo), begitu dia dipegang polisi langsung menunduk, seolah-olah dia dipukul. Polisi ngak pernah pukul dia,” jelas Bupati.

Lalu diambil barang bukti (BB). Menurut Bupati dari penjelasan Kabag Hukumnya, BB itu diambil di atas. “Kata Kabag Hukum, BB itu diambil di atas. Polisi langsung naik, bukan tersangka. Tas tersebut milik pekerja di sini yang tidak pernah dibawa pulang,” katanya.

Bupati Aceh Barat juga menjelaskan, orang yang ditangkap tersebut bukan sebagai pekerja yang merehab pendopo Bupati. “Itu bukan orang bekerja di sini, sudah saya tanya pada pekerja yang bekerja di pendopo, itu bukan karyawan mereka dan tidak ada hubungan sama sekali,” katanya.

Menurut Bupati, dari rekaman CCTV yang ia lihat, ada kejanggalan. “Ada kejanggalan saya lihat. Begitu masuk seperti orang asing , kemudian diambil tas oleh polisi sampai ke bawah, dia ngomong karyawan di sini, ini tas saya. Padahal itu bukan tas dia,” sebut Ramli MS.

Jelasnya lagi, dia (S) datang ke sini pertama sekali, orang tersebut tidak pernah ke sini. “Ngak kenal sama orang-orang di sini,” tegas Bupati.

Begitupun, Bupati Aceh Barat mengapresiasi kerja polisi yang telah berhasil menangkap tersangka dugaan narkotika jenis ganja tersebut. "Langkah selanjutnya kita terimakasih dan memberi apresiasi pada polisi telah menangkap dia,” sebutnya.

Bupati berharap agar pihak penegak hukum memproses secara tuntas kasus itu. “Selanjutnya, saya akan mempertanyakan melalui lembaga saya, kenapa kejadian sangat janggal ini bisa terjadi, apakah sengaja ingin menjelek-jelekan nama baik saya atau itu memang kejadian yang ril,” harap Bupati.

Bukan hanya itu, ia juga berharap pada Kepolisian, agar Pendopo itu steril. Alasannya,  ia takut ketika mereka obrak-abrik tempat ini. “Ketika kita duduk ada sesuatu yang kita tidak duga, ada dalam pendopo. Maka kita minta Kepolisian untuk mensterilkan sebelum saya tempati,” tegasnya.

Terkait pelaksanaan rehab, Bupati mengakui bahwa Pendopo Bupati Aceh Barat sudah lama tidak ia tempati. "Sudah tidak ditempati hampir dua bulan. Semua karyawan sudah pindah Desa Cot Ploh, tidak ada aktivitas sama sekali, kecuali rehab,” sebutnya.

Bahkan pada wartawan, Bupati Aceh Barat mengaku, kasus penangkapan tersangka di Pendopo Bupati, tidak ada pemberitahuan dari pihak Polisi. “Itulah, apakah begitu cara dan tata hukumya? Seharusnya ada informasi dan komunikasi dengan saya. Ini tidak sama sekali tidak memberi informasi pada saya,” katanya.

Namun Bupati Aceh Barat tidak mempersoalkannya. “Dan saya tidak ada masalah itu. Yang penting bangga saya sudah ditangkap orangnya,” ujar Bupati.

Itu sebabnya, Bupati berpesan agar berhati-hati menjaga rumah, jangan sampai kecolongan. “Mungkin ini banyak jebakan-jebakan atau orang-orang yang lagi dicari oleh polisi,” sebut orang nomor satu Aceh Barat ini, memberi isyarat.

Ia juga sangat mendukung langkah polisi dalam memberantasan barang haram tersebut. “Dalam memberantasan narkoba saya mendukung, sangat luar biasa. Saya minta jadi Ketua BNK, apalagi saya dengar narkoba sudah masuk ke kampung-kampung,” kata Ramli MS.

Kapolres Aceh Barat AKBP Bobby Aria Prakasa, SIK melalui Kasat Reskrim Narkoba Polres Aceh Barat IPTU Bukhari melalui WhatsApp, Jumat (14/09) mengatakan, pihak polisi hanya menyampaikan Tempat Kejadian Perkara (TKP) penangkapan terhadap tersangka S dan barang bukti narkotika yang disita polisi adalah di Pendopo.

“Kami hanya menyampaikan bahwa TKP penangkapan terhadap tsk S dan BB narkotika yang kami sita adalah di Pendopo dan yang bersangkutan mengakui berada di TKP pada saat itu bekerja sebagai tukang yang meperbaiki/rehab pendopo,” kata Kapolres Aceh Barat melalui Kasat Res Narkoba IPTU Bukhari.

Tambahnya lagi. “Dan pengungkapan perkara ini kami lakukan berdasarkan laporan dari masyarakat, atas dasar itu kami lakukan penyelidikan dan selanjutnya berhasil kami tangkap tersangka berikut BB di TKP,” jelasnya.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - yuk ikutan polling-nya! -

Komentar

Loading...