Tinjau Rumah Warga

Bupati Nagan Raya: Debu Batu Bara Sangat Tebal dan Membahayakan

Bupati Nagan Raya: Debu Batu Bara Sangat Tebal dan Membahayakan
Penulis
Rubrik

Nagan Raya | Setelah sempat tertunda, akhirnya Rabu (12/09/2018), Bupati Kabupaten Nagan Raya, H. M. Jamin Idham, SE meninjau langsung perumahan masyarakat yang diduga terkena debu batu bara, di Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya.

Bersama rombongan, M. Jamin Idham melihat rumah masyarakat yang berbatasan langsung dengan pelabuhan batu bara milik PT. Mifa Bersaudara Aceh Barat dan PLTU Nagan Raya. Saat bincang-bincang dengan H.T. Fachruddin, sembari melihat ke arah timbunan batu bara PT. Mifa Bersaudara, Bupati Nagan Raya sempat berujar, seharusnya konveyor milik PT. Mifa Bersaudara itu  ditutup.

Lalu, H. M. Jamin Idham bergerak ke beberapa rumah, termasuk salah satu rumah masyarakat yang dulu menjalankan bisnis warung nasi yang kini sudah tutup. Di sana Bupati Nagan Raya mencolek tangannya di dinding rumah masyarakat, memperlihatkan debu yang lengket di tangannya itu. “Sangat membahayakan,” ujar H.M. Jamin Idham.

Lalu orang nomor satu Nagan Raya itu Menuju masjid yang berbatasan dengan pagar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Bupati kembali mencolek tangannya di kaca masjid (Foto: Juli Saidi/MODUSACEH.CO).

Dari pantauannya itu, pada wartawan, H. M. Jamin Idham, SE mengaku. Sebenarnya dia ingin turun sudah lama, namun baru Rabu hari ini bisa dilakukan. “Sebenarnya kita ingin turun juga, tapi hari ini berkesempatan,” kata Bupati.

Lanjut H. M. Jamin Idham, setelah melihat langsung dampak debu yang dirasakan masyarakat yang tinggal di dekat PLTU dan PT. Mifa Bersaudara, Bupati mengaku masyarakat memang tidak layak lagi tinggal di situ. “Memang ini ngak layak lagi untuk masyarakat setempat yang memang dihapit dua perusahaan besar. Ini segera kita cari jalan keluar,” ujarnya.

Saat ditanya wartawan apakah akan ada tindakan tegas dari Pemkab Nagan Raya, H. M. Jamin Idham, SE mengaku mencari jalan keluar. “Pastilah, inikan manusia yang ada di sini. Kita harus duduk dulu, kita panggil dari manajemen perusahaan untuk cari jalan keluar, solusinya bagaimana nanti. Ngak mungkin ngak ada titik temu,” sebutnya.

Dalam upaya meninjau persoalan debu, pada Rabu (12/09) Pemerintah Nagan Raya belum melakukan koordinasi dengan Pemerintah Aceh Barat. “Untuk hari ini belum, nanti kita lihat dulu setelah kita bentuk tim, apakah kita panggil atau bagaimana,” katanya.

Masalah debu yang mendera masyarakat yang dihapit dua perusahaan besar itu, menurut Bupati Nagan Raya, tingkat keparahannya hampir sama. “Kalau kita lihat ini hampir sama, yang dekat PLTU. Debu di Masjid begitu tebalnya, di Mifa sama juga demikian,” jelas H. M. Jamin Idham.

Karena itu, untuk menyelesaikan keluhan masyarakat tersebut, Bupati segera memanggil pihak perusahaan. “Justru nanti akan kita panggil dulu dari pihak manajemen perusahaan,” katanya.

Soal ada permintaan masyarakat yang tinggal di kawasan perusahaan PLTU dan PT. Mifa Bersaudara bahwa masyarakat minta ganti rugi, Bupati Nagan Raya mengaku menindaklanjuti keinginan masyarakat tersebut. “Kita tindaklanjuti terus, kita upayakan relokasi. Tidak mungkin masyarakat tinggal di sini terus,” tegas H. M. Jamin Idham.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - vote sekarang juga -

Komentar

Loading...