Bupati Minta Perusahaan Perkebunan Tak Taat Aturan Keluar dari Aceh Timur

Bupati Minta Perusahaan Perkebunan Tak Taat Aturan Keluar dari Aceh Timur
(Mahyuddin/MODUSACEH.CO)

Aceh Timur | Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, meminta seluruh perusahaan perkebunan yang memiliki Hak Guna Usaha (HGU) di daerah itu segera menyiapkan kebun plasma seluas 20 persen dari luas HGU.

“Jika tidak mau sediakan plasma untuk masyarakat, maka silahkan keluar dari Aceh Timur,” tegas Bupati Aceh Timur H. Hasballah HM Thaib dalam Rapat Koordinasi Sinergitas Pemkab Aceh Timur dengan Perusahaan Perkebunan di Aula Serbaguna Idi, pada Kamis (6/12/2018).

Dihadiri Kepala Kanwil Badan Pertanahan Negara (BPN) Aceh, Saiful, Bupati Aceh Timur yang akrab disapa Rocky itu meminta pihak BPN melakukan pengukuran ulang terhadap HGU milik perusahaan perkebunan, karena diduga perusahaan perkebunan menguasai lahan lebih luas dari HGU yang dikantongi, hal itu menurut Rocky terbukti sejumlah desa masuk dalam HGU.

“Jika lahan Desa masuk ke dalam HGU, maka otomatis aparat desa tidak bisa membangun desanya. Oleh karenanya, kami harap BPN ukur ulang HGU dan keluarga desa-desa dalam HGU, sehingga aparat desa dalam membangun desa tidak salah demi hukum,” ujar Rocky.

Begitu juga dengan kewajiban perusahaan perkebunan, selama ini dinilai tidak objektif, seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan pajak dari hasil pengadaan barang dan jasa, tidak berdampak positif terhadap pembangunan daerah.

“Jika keberadaan perusahaan perkebunan tidak mensejahterakan rakyat disekitarnya dan juga tidak membawa dampak terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka silakan tinggalkan daerah ini,” tegas Rocky.

Seharusnya, menurut bupati, keberadaan perusahaan perkebunan dapat membangun kemitraan dengan masyarakat dan pemerintah, sehingga rakyat sejahtera dan daerah juga ikut maju. “Kita harus membangun kebun plasma dan setelah kami rekomendasi, nantinya akan disertifikasi oleh BPN,” tutur Rocky dihadapan para pimpinan perusahaan perkebunan yang beroperasi di Aceh Timur.

Pihak perusahaan yang hadir dalam Rapat Koordinasi itu antara lain PTPN-I, PT Patria Manoe, PT Makmur Inti Bersaudara, PT Indo Alam Penarun, PT Atakana Company, dan PT Aloer Timur, serta sejumlah perusahaan perkebunan lainnya yang hadir dalam rapat tersebut.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...