Ditangkap KPK, Bupati Banyuasin: Saya Khilaf dan Minta Maaf

Ditangkap KPK, Bupati Banyuasin: Saya Khilaf dan Minta Maaf
(ANTARA/Nova Wahyudi)
Penulis
Rubrik
JAKARTA | Sebanyak enam mobil tiba berurutan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi sejak pukul 22.15 WIB. Mobil itu membawa hasil operasi tangkap tangan (OTT). Salah satu dari mereka adalah Bupati Banyuasin Yan Anton.

Beberapa penyidik satu persatu membawa mereka keluar dari gedung KPK. Suasana terlihat ricuh saat awak media berusaha mengambil gambar. Tak satu pun kata keluar dari mulut mereka, yang hanya tertunduk dan terus berjalan mengikuti penyidik yang menggelandangnya masuk ke dalam gedung.

Hari ini KPK melakukan operasi tangkap tangan di Banyuasin, Sumatera Selatan. Dalam operasi itu, penyidik mencokok Yan bersama dengan tiga orang lainnya. Mereka adalah Kepala Rumah Tangga Pemerintah Kabupaten Banyuasin Bustami, Kepala Dinas Pendidikan Banyuasin Umar Usman, dan menurut kabar seorang kontraktor yang turut serta.

Namun pada OTT hari ini ada enam mobil yang datang bergiliran memasuki halaman gedung KPK. Terakhir, sebuah mobil Kijang Innova berwarna abu-abu terus melaju menuju gedung parkir samping KPK.

Pantauan media, dalam mobil ada seorang perempuam berbaju putih dan mengenakan jilbab berwarna biru bermotif yang tertunduk. Namun hingga memasuki garasi dan pintu garasi ditutup belum dipastikan apakah ia juga terlibat dalam operasi tangkap tangan yang digelar KPK hari ini.

Yan diduga menerima suap sebesar Rp 1 miliar. Uang itu diduga diberikan oleh pengusaha untuk menyuap Yan terkait dengan alokasi dana pendidikan sebesar Rp 21 miliar. Saat operasi, penyidik dikabarkan membawa uang Rp 300 juta.

Pihak KPK sendiri hingga saat ini belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut terkait penangkapan tersebut.

Tempo.co

Komentar

Loading...