Breaking News

Atas Jembatan Gantung Gampong Siron Blang Putus

Bupati Aceh Besar Sediakan Bus dan Bot Fiber

Bupati Aceh Besar Sediakan Bus dan Bot Fiber
Bupati Aceh Besar Mawardi Ali melihat langsung jembatan gantung di Gampong Siron dan Kruweung Blang (Foto: Syahril S/Koresponden MODUSACEH.CO/Aceh Besar)
Penulis
Rubrik
Sumber
Syahril S/Koresponden Aceh Besar

* Tambang Pasir Ilegal Terus Terjadi

Kota Jantho | Pemerintah Kabupaten Aceh Besar telah menyediakan bus sekolah serta bot fiber untuk mengatasi kelancaran transportasi bagi warga Gampong Siron Blang, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar.

Penyediaan fasilitas tersebut, terkait putusnya jembatan gantung di desa setempat. “Pemerintah sudah menyediakan boat fiber sebagai alat transportasi air untuk menyeberang. Yang paling penting adalah anak sekolah, akan disediakan bus untuk mengangkut mereka ke jalan darat,” kata Bupati Aceh Besar Mawardi Ali, saat meninjau gampong tersebut, Jumat (15/2/2019) kemarin.

Menurut Mawardi, melalui BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) pihaknya telah mengerahkan boat fiber untuk penyeberangan Krueng Keumireu dan akan menyediakan bus sekolah untuk para pelajar Gampong Siron agar tetap bisa bersekolah.

Koresponden MODUSACEH.CO liputan Aceh Besar Syahril S melaporkan. Dalam peninjauannya bersama Sekdakab Aceh Besar Drs Iskandar MSi, Kadis PUPR Aceh Besar Ir Yusmadi MM, Kabag Humas dan Protokol Muhajir SSTP MPA, Kabag ULP Darmansyah ST, Camat Kuta Cot Glie Drs H Baharuddin, Muspika Cot Glie, Mukim Siron, dan para keuchik mukim Siron, serta tokoh masyarakat setempat menjelaskan. Jembatan tersebut putus ketika banjir bandang menyapu daerah itu, 18 Desember 2018 lalu sehingga dua gampong seberangnya terisorlir yakni Gampong Siron Blang dan Siron Krueng. "Jembatan ini merupakan satu-satunya penghubung kedua gampong dan tentu pemakaian dari jembatan ini sangat penting untuk transportasi warga dan juga anak-anak sekolah," ujarnya.

Untuk penanganan awal kata Mawardi Ali, bagi para anak-anak sekolah dasar kelas 1, 2 dan 3, yang selama ini proses belajar di seberang sungai,  direncakan ruangan belajar untuk dipindahkan ke gedung Serba Guna Gampong Siron. "Langkah ini diambil supaya anak-anak tidak lagi melintasi sungai, jadi mereka bisa bersekolah di sana untuk sementara. Khusus murid kelas 4 hingga 6 tetap sekolahya SD Siron dan diantar menggunakan bus".

Sementara itu, untuk pembangunan jembatan penghubung kedua gampong ini, pihaknya akan meminta kepada Pemerintah Aceh, agar menetapkan kondisi ini sebagai tanggap darurat dan sesegara mungkin membangun jembatan yang putus tersebut.

“Untuk penanganan jangka panjang, jembatan ini sudah dilakukan survey apalagi beberapa waktu lalu pernah diberitakan di media nasional. Tentu sudah menjadi isu nasional dan jembatan ini akan diperbaiki tahun 2020 mendatang, sementara di tahun 2019 tidak mungkin lagi, karena tidak masuk anggarannya untuk perbaikan jembatan ini,” ujar Bupati Aceh Besar Mawardi Ali.

Selain meninjau jembatan gantung Siron, Bupati Aceh Besar dan rombongan juga melihat langsung jembatan gantung di Gampong Kruweung Blang. Kondisinya, fondasi beton jembatan telah terangkat dari dasar sehingga jembatan hampir jatuh ke sungai dengan kemiringan 45 derajat. Namun jembatan tersebut tidak rubuh dan terputus. "Jembatan ini sangat berbahaya jika dilintasi warga," kata Mawardi.

Usai meninjau kedua jembatan tersebut, Bupati Mawardi Ali, sangat kesal terhadap aktifitas penambangan pasir yang berlebihan di kawasan dekat jembatan dengan tidak menghiraukan dampak lingkungan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Akibatnya, jembatan gantung ada yang putus dan ambruk.  "Dalam waktu dekat Pemerintah Aceh Besar akan melakukan tindakan tegas kepada para penambang ilegal yang masih beroperasi di kawasan tersebut. Kita akan koordinasi dengan Kepolisian, Satpol-PP, serta Pemerintah Provinsi untuk bisa lebih menjaga lingkungan, terkait pelarangan aktifitas galian C di kawasan sungai Keumireu Kuta Cot Glie dan sejumlah sungai lainnya," tegas Mawardi.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Siron, Maraini mengatakan, siswa yang berasal dari gampong Siron Blang dan Sron Krueng itu berjumlah  90 orang lebih. Terkait rencana Bupati Aceh Besar untuk memindahkan kelas ke Gedung Serba Guna Gampong Siron Blang, ia menyambut baik karena memperlancar proses belajar mengajar para pelajar.

Keuchik Gampong Siron Blang, Mustafa berharap kepada pemerintah untuk segera membangun jembatan baru. Karena, selama ini sudah satu bulan lebih terkurung dan tidak bisa kemana-mana. Misalkan ke pasar Indrapuri. Apalagi kalau air sungai naik, tentu semakin terkurung kecuali harus melewati jalan jauh dengan menempuh jarak mencapai 15 KM. "Semoga pembangunan jembatan baru bisa segera dilaksanakan dan masyarakat tidak lagi bersusah payah menggunakan rakit," harap Mustafa.***

Komentar

Loading...