Pemburuan Berantai di Aceh- Sumut

BNN Tembak Mati Dua Tersangka dan Amankan 44,7 kg Sabu

BNN Tembak Mati Dua Tersangka dan Amankan 44,7 kg Sabu
Antaranews.com

Jakarta | Sejak selasa pekan lalu hingga kini, petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) berkerja sama dengan Polda Aceh, dan Polda Sumatera Utara, serta Bea Cukai, terus memburu para pengedar narkoba jenis sabu, di wilayah hukum Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (Sumut). Hasilnya, petugas telah berhasil mengamankan 7 orang terduga pengedar narkoba berikut barang bukti sabu seberat 44,7 kg dan 58 ribu pil ekstasi dari berbagai tempat.

Dalam pers rilis yang diterima media ini, Senin 2 April 2018, disebutkan, keberhasilan pengungkapan kasus pejahatan penyalahgunaan narkoba itu berkat peran serta masyarakat yang turut memberikan informasi kepada BNN terkait adanya tindak kejahatan penyalahgunaan narkoba. Dari hasil analisa penyelundupan narkoba selama ini, Medan dan Aceh disebut merupakan salah satu titik masuk narkoba, antara lain melalui bandara, pelabuhan dan perbatasan dengan provinsi lainnya.

Kini BNN telah meningkatkan pengawasan melalui kegiatan interdiksi bandara, interdiksi pelabuhan dan interdiksi lintas batas. Operasi gabungan kali ini, BNN berhasil mengamankan tujuh orang tersangka, masing-masing berinisial : K (27), AS (19), RP(26), M (31), Z alias Dun (40),RS (26), DS (27). Sementara dua tersangka lainnya DN (46) dan MN (33) tewas ditembak di tempat.

Barang bukti narkoba yang berhasil diamankan petugas gabungan BNN dari tersangka. Foto: IST

Sebelumnya, pada Tempat Kejadian Pertama (TKP) I, Rabu 28 Maret 2018, sekitar pukul 16.00 WIB. Petugas berhasil mengamankan seorang tersangka diduga merupakan pengedar sabu dengan inisial 'K' di jalan Raya Tanjung Pura, KM 51-52 Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Saat ditangkap, dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan narkoba jenis sabu seberat  1 kg lebih. Dari hasil pengembangan, petugas juga berhsil menemukan 15 kg narkoba jenis sabu dan 58.000 pil ekstasy di Perumahan Taman Anggrek No.8, Jalan Flamboyan Raya Tanjung Selamat, Medan, Sumut.

Selanjutnya, pada TKP II, petugas pun berhasil mengamankan dua orang tersangka diduga juga sebagai bandar sabu. Keduanya adalah pria berinisial AS dan RP, yang ditangkap di jalan Tengku Amir Hamzah, KM-29 Lingkungan V, Kelurahan Jati Utomo Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Sumut, Kamis 29/3/18 pukul 05.30 WIB. Petugas juga mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu dengan berat 20 kg.

Kemudian, pada TKP III, petugas gabungan dari BNN juga berhasil menangkap seorang pria lain yang diduga sebagai bandar sabu berinisial 'M'. Pria tersebut merupakan warga Aceh. Dia ditangkap di Jl Tengku Amir Hamzah KM 32, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai. Dari tersangka diamankan barang bukti berupa 1 (satu) unit mobil SUV dan 5 (lima) buah Handphone. Berdasarkan hasil pengembangan, petugas kembali berhasil mengamankan tersangka lain berinisila 'Z' alias Dun di Jembatan Kembar Kampung,  Lalang Kecamatan Medan, Sumatera Utara.

Para tersangka kejahatan penyalahgunaan narkoba. Foto: IST

Berdasarkan pengakuan keduanya, petugas dari BNNP Aceh kemudian berhasil mengamankan dua orang tersangka lagi berinisial M  dan RS di jalan Rama Setia Merduati, Lampaseh Kota, Keamatan Kuta raja, Kota Banda Aceh. Tim BNNP Aceh mencoba melakukan pengembangan ke Kota Lhokseumawe melalui tersangka, namun dalam perjalanan di kawasan jalan Soekarno-Hatta, pelaku melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri dengan cara membuka pintu mobil. Petugas terpaksa melumpuhkan pelaku dengan timah panas hingga tewas seketika.

Terakhir, pada TKP VI Tim gabungan menangkap DN di kediamannya Dusun Melati, Gampong Biara Barat, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu 31 Maret 2018 pukul 03.00 WIB. Dari tangan tersangka, tim gabungan mengamankan barang bukti sabu seberat 7 kg. Dari pemeriksaan terhadap pelaku, petugas kemudian berhasil mengamankan MN di jalan Medan- Binjai, Sumut. MN bersama barang batki sabu seberat 1 kg, naas petugas terpaksa menembak MN karena mencoba melarikan diri saat diamankan.

Kepada seluruh tersangka kejahatan penyalahgunaan narkoba tersebut dijerat pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1), pasal 113 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1), pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang-undang Narkotika No. 35 tahun 2009 dengan ancaman maksimal hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup.***

Komentar

Loading...