Breaking News

Usai Putusan PTUN Jakarta

Beutong Bergejolak, Warga Ancam Bakar Camp Pekerja PT. EMM

Beutong Bergejolak, Warga Ancam Bakar Camp Pekerja PT. EMM
Aksi warga Beutong Ateuh (Foto: Aidil Firmansyah)

Meulaboh | Kondisi semakin memanas, terkait polemik izin tambang PT EMM, usai keputusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha (PTUN) di Jakarta Timur, Kamis (11/4/2019) siang,yang menolak gugatan Walhi Aceh. Pantauan wartawan MODUSACEH.CO di sana, putusan yang memenangkan PT. EMM telah memicu kembali warga Kecamatan Beutong Ateuh Benggala, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh untuk bergerak.

Nah, puluhan warga di sana beramai ramai mengepung camp pekerja perusahaan tersebut. Sebelum menuju camp pekerja, warga terlebih dahulu melaksanakan doa bersama dan shalat di Masjid Desa Kuta Tungoh, daerah setempat. Lalu, menuju ke camp pekerja yang terletak di Desa Alu Baro.

Keterangan dari sumber MODUSACEH.CO menyebutkan, Bupati Nagan Raya, Jamin Idham, juga sempat berencana menuju ke Beutong Ateuh. Namun entah apa alasan, rombongan kemudian membatalkan kunjungan ke daerah pengunungan itu.

Saat ini, warga di sana telah memblokir jalur lintas penghubung, Nagan Raya - Takengon, tepatnya di jembatan Desa Blang Meurandeh, dengan membakar ban sepeda motor dan berdiri di badan jembatan, sambil memegang spanduk, kemudian warga juga menduduki camp pekerja perusahaan.

Warga Beutong yang berhasil dihubungi media ini, Ismail Z mengatakan. Saat ini kondisi di sana semakin memanas, warga juga berbondong bondong datang ke camp pekerja dan mendudukinya, sebagian lainnya berada jembatan di jalan lintas. "Semakin panas di sini, warga sudah marah besar, pekerja sudah disuruh angkat kaki dan dalam 24 jam bersedia pergi dari Beutong Ateuh," kata Ismail.

Mereka mengancam, apabila tidak ada keputusan segera maka akan membakar camp pekerja milik perusahaan. Saat ini personel Kepolisian dibantu prajurit TNI Kompi B Beutong menuju ke lokasi untuk memberikan pengamanan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diingikan.***

Komentar

Loading...