Besok, Koalisi Sipil Serahkan Rekam Jejak Calon Komnas HAM

Besok, Koalisi Sipil Serahkan Rekam Jejak Calon Komnas HAM
Fahrizal Salim/MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik
Sumber
Laporan Fahrizal Salim/Jakarta

Jakarta | Koalisi Sipil Selamatkan Komnas HAM, Senin besok, sekira pukul 10.00 WIB mendatangi Panitia Seleksi di Kantor Komnas HAM, untuk menyerahkan hasil penelusuran rekam jejak 60 calon komisioner.

Itu dikatakan anggota Koalisi Selamatkan Komnas HAM, Totok Yulianto, kepada wartawan di Cafe Bakoel Kopi, Cikini, Jakarta, Minggu (2/7/2017). Saat ini Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sedang melakukan proses seleksi calon Anggota (komisioner) Periode 2017-2022 yang memasuki tahap memilih 28 calon terbaik.

Sebelumnya 60 calon telah mengikuti Uji Publik pada 17-18 Mei 2017 lalu.

Menurut Totok, koalisi masyarakat sipil telah melakukan penelusuran rekam jejak dan penilaian terhadap 60 calon tersebut. Rekam jejak yang dimaksud mencakup indikator Kapasitas, Integritas, Kompetensi dan Independensi para calon anggota yang harus menjadi pertimbangan penting dalam menentukan layak atau tidaknya calon untuk lanjut ke tahapan seleksi berikutnya.

Metode pengambilan data yang dilakukan antara lain dengan wawancara (calon anggota, lingkungan sosial, lingkungan Kerja), observasi; pemantauan media massa dan media sosial calon dan catatan selama proses dialog publik.

"Dari hasil penelusuran tersebut kami melakukan penilaian obyektif dengan melibatkan ahli independen dari kalangan akademis, mantan komisioner terpilih dan pakar. Hasil penelusuran dan penilaian, kami mendapatkan ada 19 calon memiliki kompetensi yang sangat baik, 23 calon memiliki kompetensi yang cukup baik dan 5 calon masih harus mendalami isu-isu HAM. Ada lima calon menolak memberikan informasi dan tujuh calon tidak memberikan informasi secara keseluruhan," jelas Totok.

Selanjutnya, dari independensi ditemukan ada 13 orang yang berafiliasi ke partai politik, 13 orang berafiliasi dengan industri/korporasi dan 9 orang memiliki kaitan dengan organisasi atau kelompok radikal. Sedangkan dilihat dari
kapasitas ada 11 orang yang memiliki masalah dalam hal kerjasama, 16 orang dalam hal komunikasi, 9 orang dalam hal pengambilan keputusan, 12 orang dalam hal kinerja, dan 12 orang bermasalah dalam menjalankan prinsip manajerial. Integritas calon ditemukan, 5 orang terkait masalah korupsi/gratifikasi, 11 orang dalam hal kejujuran, 8 orang terkait kekerasan seksual dan 14 orang bermasalah dalam isu keberagaman.

"60 calon dari penilaian tersebut kami akan sampaikan ke Panitia Seleksi (Pansel) Calon Anggota Komnas HAM 2017-2022 pada hari Senin (03/07) esok, sebagai upaya awal dari proses mengawal seleksi Komnas HAM untuk penguatan dan reformasi Komnas HAM," kata Totok.***

Komentar

Loading...