Berziarah Komplek Makam Pahlawan di Banda Aceh

Bersih Diantara Tempat Jemuran Pakaian

Bersih Diantara Tempat Jemuran Pakaian
Makam Komplek Sultan Iskandar Muda
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Makam pahlawan adalah situs sejarah untuk mengenang para pahlawan yang telah gugur dalam mempertahankan negara dari para penjajah. Itu sebabnya. dikenang dan dijaga oleh anak cucu bangsa ini. Sebagai bentuk, penghormatan atas pengorbanan para syuhada yang telah syahit di medan perang. Al-fatihah!

Di Kota Banda Aceh, terdapat sejumlah makam pahlawan yang bisa diziarahi. Misalanya, di Ateuk Pahlawan, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Menurut pantauan wartawan MODUSACEH.CO, Jumat (8/2/2019) lalu. Di sana, ada ratusan makam pahlawan. Makam-makam itu, terlihat sangat rapi dan terawat.

Ada yang terbuat berbentuk persegi panjang dengan keramik berwarna abu-abu dan dibuat batas antara satu makam dengan makam lainnya. Lalu, pada makam tadi tertulis nama-nama di batu nisan berwarna putih. Batu kerikil ditabur di atas makam agar tak tumbuhrumput liar.

Tak hanya itu, topi yang terbuat dari baja aluminium, diletakkan di depan nisan. Bunga kamboja berwarna pink dan pohon tanjung (Mimusops Elengi), tumbuh sumbur di bagian-bagian sudut makam. Menambah kesan, kesejukan di halaman Taman Makam Pahlawan  Banda Aceh.

Makam Pahlawan Peuniti

 

Beranjak dari sana, wartawan media ini juga berzirah ke komplek Makam Pahlawan Nasional, Sultan Iskandar Muda, Gampong Peuniti, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Tak kalah dengan makan pahlawan yang ada di Ateuk Pahlawan, makam Pahlawan Sutan Iskandar Muda juga terlihat bersih dan terawat.

Saat memasuki gerbang utama, mata sudah dimanjakan dengan rindanganya pepohonan besar yang tumbuh di halaman makam. Ada juga, empat meriam raksasa berwarna hijau tua, peninggalan perang yang di letakkan pada halaman komplek makam tersebut.

Di sana, terdapat tiga blok makam yang saling terpisah. Dari sisi kiri misalnya, terdapat makam Sultan Alauddin Mahmudsyah dan Raja Perempuan Darussalam. Ada juga makam Tuanku Zainal Abidin beserta keluarganya.

Nah, dari sisi kanan ujung terdapat makam Sultan Iskandar Muda yang sangat mewah dan besar. Di bagian makam bertuliskan kaligrafi lafaz Lailaha Illallah berwarna kuning. Dengan polesan warna hijau di beberapa bagian makam. Makam Sulthan ini dibuatkan atap, sebagai bentuk penghormatan bagi Raja Aceh.

Selanjutnya, di tegah halaman komplek terdapat makam Putri Raja Anak Raja Bangka Hulu atau sering di kenal dengan Komplek Makam Kandang Meuh. Sekilas, memang makam ini terlihat bersih, rapi dan terawat seperti makan lainnya. Sayangnya bagian pagar makam dijadikan tempat jemuran pakaian seperti, pakaian, celana, sarung dan baju daster serta pakaian dalam seperti bra dan celana dalam. Tak jelas siapa yang menjemur pakaian itu, namun dalam komplek makam terdapat beberapa rumah, yang barangkali dihuni oleh penjaga makam.

Sebenarnya, bagian halaman makam terdapat banyak tanah kosong untuk menjemur pakaian. Jika dipikir, tanah kosong itu bisa dibuat sebagai tempat jemuran. Sebab, jika dijemur di bagian pagar makam, para wisatawan yang masuk dan melihat akan kaget serta menjadi pemandangan yang tak elok. Saat dinas terkait melakukan penertiban.***

Komentar

Loading...