Breaking News

Berkas Peningkatan Status STAIN Menjadi IAIN Diserahkan ke Kemenag RI

Berkas Peningkatan Status STAIN Menjadi IAIN Diserahkan ke Kemenag RI
KetuaSTAIN-/ Foto STAIN Meulaboh

Meulaboh | Upaya berbenah pendidikan perguruan tinggi di wilayah Barat Selatan Aceh (Barsela) terus dilakukan. Lihat saja, setelah mendapat status dari STAI menuju STAIN. Kini panitia transformasi perubahan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tengku Dirundeng Meulaboh, telah menyerahkan proposal peningkatan status STAIN untuk menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) kepada Menteri Agama RI, Jakarta beberapa hari yang lalu. “Telah menyerahkan usul proposal menuju IAIN kepada Menteri Agama RI, di Jakarta beberapa hari yang lalu,” kata Humas STAIN, Senin (22/05/2017).

Jelas Humas STAIN, menurut ketua panitia konvensi perubahan kepada IAIN Meulaboh Mukhsinuddin S,Ag, MM, proposal perubahan status menuju IAIN Meulaboh sudah diterima Kementerian Agama RI di  Jakarta. Proposal itu  langsung diserahkan Ketua STAIN Meulaboh Dr. H. Syamsuar, didampingi Wakil Ketua Bidang Administrasi Suharman, M,Si dan Wakil Ketua Bidang Mahasiswa dan Kerjasama Amrizal, MA  yang diterima oleh Menteri Agama, di Jakarta. “Sebelumnya, kita telah mengajukan rekomendasi dari Bapak Gubernur,  Ketua DPRA Aceh, Rektor UIN Ar-Raniry , Rektor Unsyiah, Kanwil Aceh dan 8 Bupati di Barat Selatan Barsela,” jelas ketua panitia Mukhsinuddin S,Ag, MM, melalui humasnya.

Masih penjelasan humas, Ketua STAIN Tengku Dirundeng Meulaboh Dr. H. Syamsuar, M. Ag, dalam persiapan  menuju IAIN telah mengusulkan penambahan enam program studi baru, guna memenuhi kebutuhan fasilitas pendidikan tinggi di daerah setempat, khususnya wilayah barat-selatan. Penambahan prodi tersebut, juga merupakan bagian upaya mendukung perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi nasional dalam peningkatan kualitas pendidikan. “Penambahan jumlah mahasiswa secara kuantitas, harus dibarengi aspek kualitas, dari segi ilmu komunikasi pemasaran, promosi terbaik adalah pelayanan yang baik," ujar Dr. H. Syamsuar, melalui Humas STAIN.

Lanjutnya, keenam prodi baru yang diusulkan penambahan pada tahun 2017 tersebut  adalah, Prodi Tadris Bahasa Inggris, Prodi Matematika, Prodi IPA, Prodi FISIKA, prodi Akutansi Syariah dan Prodi Manajemen Keuangan Syariah serta Managemen Zakat dan Wakaf. Saat ini jumlah total mahasiswa aktif di kampus tersebut ada  sekitar 2.000 mahasiswa yang ditampung pada tiga jurusan dan 11 prodi. Antara lain, Jurusan Tarbiyah dan Keguruan, Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam serta Jurusan Dakwah dan Komunikasi Islam.

Untuk meningkatkan pelayanan pendidikan tersebut, pemerintah telah mengalokasikan dana untuk pembangunan gedung baru kampus STAIN TDM pada area  kawasan Alu Penyareng, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat. "Kami senantiasa mengharapkan dukungan Pemerintah Aceh dan daerah  serta semua mitra kampus untuk mewujudkan kampus baru kebanggaan masyarakat barat selatan Aceh (Barsela) dalam membangun pendidikan lebih baik," katanya. Dalam kesempatan yang sama, kampus tersebut masih membuka penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2017 melalui jalur mandiri. Meskipun pendaftaran secara nasional berbasis online sudah selesai sebelumnya. "Ada beberapa jalur penerimaan mahasiswa baru dan beberapa jalur seleksi secara online nasional tahun ini sudah selesai, tinggal jalur mandiri dan masih kita buka nanti sejak tanggal 1 Juni hingga 30 Juni 2017," tambahnya. Dr. H. Syamsuar, M. Ag.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - yuk ikutan polling-nya! -

Komentar

Loading...