Berkas Dugaan Korupsi Mantan Kadishutbun Gayo Luwes ke Pengadilan Tipikor

Berkas Dugaan Korupsi Mantan Kadishutbun Gayo Luwes ke Pengadilan Tipikor
Kasi Pidsus Kejari Gayo Luwes, Syahdan SH. (Photo:Modusaceh.co/Irwan Saputra)

Banda Aceh | Kejaksaan Negeri (Kejari) Gayo Luwes mendaftarkan berkas perkara dugaan korupsi mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Alaimin ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh, Senin (21/11/2016).

Alimin 'diseret' ke meja hijau karena diduga mengkorupsi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCT) Kabupaten Gayo Luwes sebesar Rp 257 juta dari total pagu anggaran  Rp 470. Bersama Alimin turut diseret Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Usman serta tim Provisional Hand Over (PHO), Hasan dan Samin.

Kepala Kejari Gayo Luwes, Agung Ardiyanto melalui Kepala Seksi Pidana Khususnya Syahdan SH mengungkapkan, kasus tersebut sudah bergulir sejak 2012 lalu. Namun, karena lamanya turun hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh, membuat kasus tersebut tertahan.

"Setelah turun hasil audit, 2016 langsung kita P12 (berkas lengkap) dan ini baru saja kami daftarkan, " ujarnya pada MODUS ACEH. CO.

Syahdan mengungkapkan, kesemuanya terdakwa dalam kasus tersebut adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemerintah Kabupaten Gayo Luwes yang saat ini ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Lambaro, Banda Aceh.

"Mereka itu mantan kepala dinas, PPTK, dan Tim PHO dua orang," ungkapnya. Adapun motifnya, kata Syahdan adalah melaksanakan kegiatan fiktif, seperti kegiatan pelatihan petani tembakau, pengadaan pupuk, obat-obatan dan bibit tanaman.

”Akibatnya, negara dirugikan Rp 257 juta dari nilai pagu kegiatan sebesar Rp 470 juta,” kata Syahdan. Dikonfirmasi secara terpisah, Panitera Muda (Panmud) Pengadilan Tipikor Banda Aceh, Samuin membenarkan bahwa berkas kasus tersebut telah dilimpahkan ke pihaknya.

"Benar sudah saya terima, nanti akan dijadwalkan kapan sidangnya," ungkapnya.***

Komentar

Loading...