Breaking News

Pemeriksaan Kakanwil Kemenag Aceh Usai

Berikut Hasil Pemeriksaan Daud Pakeh

Berikut Hasil Pemeriksaan Daud Pakeh
Azhari Usman/MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Kepala Kanwil Kemenag Aceh Daud Pekeh telah menjalani pemeriksaaan oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh, Senin, (05/06/17).

Daud Pakeh diperiksa terkait keterlibatan dirinya dalam kontrak perencanaan pembangunan Kantor Kemenag Aceh dengan nilai kontrak Rp 1,16 miliar dari pagu Rp 1,2 miliar yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2015. 

Selain itu, dalam kasus ini Kejari Banda Aceh telah menetapkan dua tersangka, yakni PPTK Kanwil Kemenag Aceh, Yuliardi dan Direktur Supernova Hendra Saputra selaku rekanan perencanaan pembangunan gedung baru di Kanwil Kemenag Aceh.

Seusai diperiksa, Daud Pakeh mengatakan, sebagai warga Negara Indonesia yang taat hukum, dirinya telah memenuhi panggilan jaksa dari Kejari Banda Aceh, terkait materi pemeriksaan, ia justru mepersilahkan media ini untuk menanyakan langsung kepada jaksa.

Apa materi dan hasil pemeriksaan terhadap Daud Pakeh? Berikut hasil wawancara khusus MODUSACEH. CO dengan Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Muhammad Zulfan.

Apa betul Tim Penyidik Kejari telah memeriksa Kepala Kanwil Kemenag Aceh Daud Pakeh?

Betul. Atas nama Daud Pakeh (DP) tiba sekitar pukul 10.15 WIB dan selesai sekitar pukul 13.45 WIB.

Kapasitas apa dia  diperiksa?

Masih sebagai saksi. Dalam berkas perkara yang sama terhadap dua tersangka yaitu PPTK Kanwil Kemenag Aceh Yuliardi dan rekanan perencanaan pembangunan gedung baru Kanwil Kemenag Aceh Direktur Supernova Hendra Saputra.  Kami sudah memanggil tiga kali terhadap DP. Panggilan pertama tidak hadir karena ada kegiatan, panggilan kedua  sakit, namun ketidak hadirannya itu dikonfirmasi secara tertulis kepada tim penyidik Kejari, 29 Mei 2017.

Ditanggal yang sama saudara DH memberikan satu pernyataan pada media massa, secepatnya penyidik membuat panggilan ke tiga dan kali ini, DP hadir.

Materi pemeriksaannya apa saja?

Ini berkenaan dengan perencanaan,  kami sedikit memberikan penjelasan, tapi tidak menyangkut materi ya, ada dua hal yang sedang dilakukan penyelidikan yaitu, tentang pekerjaan perencanaan gedung kantor, untuk melakukan sondir yaitu pengujian laboratorium untuk tanah tidak dilakukan tapi dana dicairkan oleh PPTK. Ini kan fiktif. Kedua, tidak lepas dari keahlian yang diminta oleh negara untuk itu, pada akhirnya negara membayar keahlian seseorang terhadap pekerjaan itu, yang akan dirancang. Kami melihat di sini ada ketentuan yang dilanggar, sehingga tidak melalui proses yang sesuai aturan, dan juga ada item yang menyimpang dari aturan pokok yang ada.

Bisa dibocorkan sedikit apa hasil pemeriksaanya ?

Yang jelas, pemeriksaan ini dilakukan untuk mencari keterkaitan DP dan unsur bukti dalam kasus ini.

Apakah ada ditemukan?

Belum, tentu kami melalui proses terhadap keterangan saksi yang diberikan, menetapkan seseorang sebagai tersangka kan harus ada dua alat bukti  yang kuat, yaitu berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti.

Jadi belum bisa ditetapkan sebagai tersangka?

Ya, kami sedang memproses ini, indikasi ke sana tetap ada, makanya kami penyidik terus berupaya menggali keterkaitan saksi dari keterangan saksi yang lain, ini masih tahap proses, tapi tersangka itu tidak hanya sampai disini, bisa saja bertambah, saksi kan dua bisa saja bertambah lagi, dan dari dua ini akan mengembang lagi.

Tadi sudah saya sampaikan ada kegiatan yang tidak dilakukan, kami melihat sejauh mana kesaksian DP. Ketidaktahuan ini, seperti apa, apakah tidak dilakukan sondir, sementara uang negara dicairkan. Andakan tahu tuh, gedung di sana, dengan tidak dilakukan sondir karena gedung lama masih ada.

Apa sudah diketahui kerugiannya?

Kerugian, kami masih proses, indikasi tetap ada kerugian yang akan kami tetapkan, dari Sertifikat Keahlian Kerja (SKA) tadi, misal sebagai arsitektur, tapi apakah seorang arsitektur tadi menjalankan sesuai aturan? Kami sedang mengikuti ini, kalau aturan yang dilanggar tentu tidak layak arsitektur tadi menerima bayaran, lebih parahnya lagi kalau arsitektur tadi tidak masuk dalam struktur, tapi uang itu ditarik, kemana lari, dan kami melihat alur uangnya, apakah ada masuk ke instansi pemerintah atau ke kantong pribadi, tapi ya itu tadi minimal ada alat bukti, tidak dilakukan sondir ini ada surat pernyataan ini buktinya.

Secara tertulis, tapi uang negara cair, kan begitu, boleh tidak mencarikan uang Negara, sementara pekerjaannya tidak dilakukan, kita lihat kapasitas dia sebagai apa, kalau terbukti Kejari tidak akan mentolerir itu, sesuai alat bukti yang kuat akan kita tetapkan sebagai tersangka. Tentu, berani berbuat berani bertanggung jawab.***

Komentar

Loading...