Breaking News

Di Balik Penahanan Enam Boat (Bahagian Terakhir)

Berharap tak Ragu Basmi Pukat Trawl di Aceh Barat

Berharap tak Ragu Basmi Pukat Trawl di Aceh Barat
Saat Pemeriksaan Ulang Alat Tangkapan Ikan/Juli Saidi/MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik

Meulaboh | Kasi Timdak Subdit Gakkum Dit Polair Polda Aceh Kompol Muhayat,  Kasat Polair Resor Polres Aceh Barat, nota dinas Kasi Pengawasan Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Barat Erfan, serta awak enam boat, Sabtu ( 25/03/2017) telah memeriksa ulang terhadap alat tangkap ikan dan enam boat yang ditahan, Kamis (23/03/2017) kemarin.

Pemeriksaan itu, untuk proses hukum dan mendalami apakah perbuatan awak boat itu melanggar aturan. Maka, pihak Polair Polda Aceh, Sabtu tadi telah memeriksa ulang terhadap pukat trawl mini yang diamankan itu.

Amatan media ini, hasil ukur yang dilakukan, terindikasi pukat yang digunakan enam boat tersebut, pukat trawl mini. Sebab, jaring penampung ikan saat diukur, kecilnya sekitar satu senti. Selain itu, juga ada dua papan sebagai perlengkapan alat pukat trawl mini dari enam boat. Namun, yang  diambil sampel yang satu pukat trawl yang panjangnya sekitar 16 meter,terbuat dari benang nilon. Setelah memeriksa alat tangkapan ikan, tim Polair Polda Aceh dan Polres Aceh Barat, juga pergi ke pelabuhan tempat enam boat itu ditahan yaitu Pelabuhan Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat. Dari amanatan media ini di lokasi, Polair mencatat ada enam boat serta ikan tanggakapan yang berukuran kecil, kini mulai membusuk dalam ember.

Sementara itu, Kasi Timdak Subdit Gakkum Dit Polair Polda Aceh Kompol Muhayat, Sabtu (25/03) mengatakan, mereka melihat barang bukti hanya untuk mengidentifikasi. “Dalam proses ini fokus mengidentifikasi dulu permasalahannya. Apakah alat tangkap atau dokumennya benar. Jadi kita belum bisa memastikan. Kami datang ke Aceh Barat untuk penyelidikan,” ujar Kompol Muhayat, Sabtu.

Menurutnya, melangar atau tidak enam boat dimaksud, pihak Kepolisian Perairan, masih membutuhkan tenaga ahli.  Apakah kasus itu melanggar atau tidak, akan tergantung keterangan ahli yang berkopten. “Apabila terbukti pidana terkait perikanan, kami perlu saksi ahli yang berkompeten,” kata Kompol Muhayat.

Setagi tiga uang,  Kasat Polair Res Aceh Barat Iptu Slamet juga mengakui hal yang sama. Menurutnya dalam menetapkan boat itu melanggar, perlu penjelasan tenaga ahli. “Kita harus minta tenaga ahli apakah alat yang digunakan itu  melanggar aturan. Jika nanti alat tangkap itu salah, maka akan kita proses,” ujar Iptu Slamet. Iptu Slamet juga mengaku, penangkapan boat yang diduga pukat trawl mini di Aceh Barat ini  baru pertama ini mereka amankan. “Sebelumnya belum ada,” ujarnya.***

Komentar

Loading...