Breaking News

Ini Hasil Rakerda FPTI Aceh

Berharap Lokasi PORA di Stadion Lhong Raya

Berharap Lokasi PORA di Stadion Lhong Raya
Azhari Usman/ MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Setelah seharian membahas berbagai persoalan. Rakerda tersebut melahirkan sejumlah konsep, program dan rekomundasi. Misal, mewajibkan setiap Pengcab FPTI di Aceh, memiliki minimal satu fasilitas wall atau papan panjat. Bisa lead, boulder maupun speed. “Saya memberi batas waktu hingga akhir 2019. Bagi Pengcab yang belum memiliki sarana, wajib ada,” tegas Saleh.

Selain itu, untuk meningkatkan kualitas atlit dan pelatih panjat tebing Aceh, setiap Pengcab wajib memiliki satu pelatih (minimal level 1) serta pembuat jalur. “Jika tidak, maka tak bisa mendampinggi berbagai kejuaraan dan kompetisi. Termasuk pada PORA 2018 di Aceh Besar. Terserah, mau mengunakan pelatih kontrak dari luar atau dari Aceh sendiri,” ulas Saleh.

Begitupun sebut Saleh, untuk mengantisipasi masalah tadi, pihaknya akan melaksanakan pelatihan pelatih dan pembuat jalur pada Maret 2018 mendatang di Banda Aceh. Peluang dan kesempatan ini harap Saleh, bisa digunakan seluruh Pengcab FPTI di Aceh, untuk mengirim utusannya. “Ya, mendekati model PSSI lah. Setiap pelatih FPTI harus bersertifikat dan memiliki kompetensi, bukan otodidak dan konvensional,” tegas Saleh.

Mengenai sanksi kata Saleh, setiap Pengcab yang tidak mengikuti dan menghadiri kegiatan Pengprov FPTI Aceh akan dikenakan sanksi. Misal, Rakerda Sabtu pekan lalu. Pengcab Kota Langsa, Aceh Utara dan Subulussalam tidak hadir dan tanpa pemberitahuan. “Ini bukan kemauan kami, tapi amanah dari AD/ART FPTI,” tegas Saleh.

Masih kata Saleh. “Kami akan terus mengevaluasi kinerja dari Pengcab. Jika terus-menerus mendapat sanksi dan minusnya sarana serta pembinaan bagi atlet, tak tertutup kemungkinan akan dibekukan,” papar Saleh.

Selain Pengcab FPTI se-Aceh. Rakerda juga diikuti sejumlah pengurus atau pimpinan mahasiswa pecinta alam (Mapala) dari PTN dan PTS di Banda Aceh serta Aceh Besar. “Adik-adik Mapala merupakan salah satu urat nadi dalam mencetak atlet panjat tebing di Aceh. Jika selama ini belum terbangun komunikasi baik dengan Pengcab, maka mulai hari ini komunikasi itu harus dibangun. Mari kita kejar prestasi, demi nama baik Aceh di tingkat nasional bahkan internasional,” ajak Saleh.

Rakerda I/2018 FPTI Aceh juga mengeluarkan rekomundasi serta pernyataan sikap bersama terhadap pelaksanaan PORA 2018. Kesepakatan bersama itu berisi tentang keinginan dan harapan seluruh Pengcab FPTI se-Aceh agar lokasi PORA 2018, khusus untuk olahraga ini, dilaksanakan di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya Banda Aceh, bukan di Jantho, Aceh Besar. "Pengalaman dari beberapa PORA, usai multi event tersebut, sarana dan prasarana menjadi kosong dan tak terawat. Belajar dari pengalaman itu, kami berharap Pemkab Aceh Besar mau mengerti dan memberi kesempatan agar lokasi untuk panjat tebing disamakan dengan atletik di Stadion Harapan Bangsa serta renang di Banda Aceh," harap Saleh, membaca aspirasi sejumlah Pengcab FPTI se-Aceh.

Ada sebelas alasan yang mendasari permintaan tersebut. Pertama, area atau lokasi tersebut merupakan Aset Pemerintah Aceh (DISPORA Aceh). Kedua,  menjadi salah satu lokasi yang dipersiapkan sebagai Venue PON 2024 di ACEH oleh KONI Aceh. Ketiga, sesuai pedoman Kompetisi/Kejuaraan PP-FPTI lokasi/Venue Multi Event setingkat Kejuaraan Daerah (PORA), harus berjarak  sekitar 15 kilo meter dari Ibu Kota Provinsi. Kelima, area tersebut akan dijadikan sebagai aset daerah untuk pembinaan atlit Panjat Tebing Aceh Besar dan Kota Banda Aceh. Selengkapnya baca edisi cetak, Senin, 29 Januari 2018.***

Komentar

Loading...