Diduga Soal Pembagian Proyek

Beredar Kabar Tim Relawan Irwandi Kembali Bersitegang

Beredar Kabar Tim Relawan Irwandi Kembali Bersitegang
dok.MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Hanya sempat reda sepekan. Tim relawan Irwandi Yusuf kembali dikabarkan bersitegang. Diduga, pangkal persoalan masih belum bergeser dari masalah proyek. “Bang, ada kejadian lagi tuh,” kata seorang anggota tim relawan Irwandi pada media ini melalui pesan WhatApp, Jumat malam dini hari. Karena sudah larut malam, media ini pun tak langsung mewartakannya.

Begitupun, untuk memastikan kejadian tersebut, reporter MODUSACEH.CO, meluncur ke Pasar Induk Lamdom, Desa Lamdom, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh. Dari kejauhan, masih terlihat sejumlah orang di lokasi. Patut diduga, mereka adalah tim relawan Irwandi dari berbagai kabupaten dan kota.

20180420-01

Nah, untuk memastikan adanya kejadian tadi, media ini kembali menghubungi sumber tersebut. Hasilnya, sumber itu mengirim rekaman video, terkait kasak kusuk kejadian tadi. Selain itu, sumber di jajaran satuan intelijen membenarkan adanya peristiwa itu. “Benarkan, saat itu ada Tim Unit IV Opsnal Intelkam Polresta Banda Aceh yang melakukan monitoring  di Pasar Induk Lamdom. Terjadi keributan antara tim relawan Irwandi Yusuf (Gubernur Aceh) dengan Tim Relawan Pusat Irwandi,” kata sumber yang tak mau ditulis namanya ini.

Masih kata sumber tadi, saat itu ada sekitar 60 orang yang hadir di tempat kejadian perkara (TKP). Diantaranya, Izil Azhar (Ayah Merin), Sofyan Daud, Din Kopassus, Abi Alek, Nek Tu (calon Bupati Aceh Timur/ mantan anggota DPRA dari Partai Aceh) serta Tim Relawan Daerah Irwandi.

Diduga, sebagai pemicu masalah paket proyek yang sudah diarahkan ke setiap kabupaten dan kota yang sudah “setujui” Irwandi. Namun dari Tim Pusat Relawan Irwandi, tidak menandatangani SK Paket yang di permasalahkan itu.

20180420-03

Itu sebabnya, tim relawan daerah menunggu kejelasan dari Tim Relawan Pusat Irwandi, tentang siapa yang mengelola paket tersebut. Kabarnya, proyek tadi dikelola S dan SB. Namun, untuk proses penyelesaian masalah ini, S dan SB tidak hadir, sehingga tim relawan daerah tetap bersikeras dan menunggu kehadiran dua tokoh Partai Nanggroe Aceh (PNA) tersebut.

Nah, untuk meredam lebih jauh, sekira pukul 03.00 WIB (Jumat dini hari),  Sofyan Daud, Abi Alek, Ayah Merin dan Nek Tu mengambil inisiatif. Kepada para tim relawan dari daerah, mereka mengatakan dan menjamin serta akan membawa masalah tersebut langsung kepada Irwandi Yusuf (Gubernur Aceh). Namun, Irwandi Yusuf tak ada di Banda Aceh. Kabarnya, dia sedang melawat ke Amerika Serikat (USA). Sementara, dua pimpinan PNA seperti Samsul Bahri alias Tiong dan Sayuti tidak datang. Bahkan telpon selulernya tidak aktif, sehingga permasalahan tidak selesai. “Lalu Adun (Sofyan Daud) mengambil inisiatif dengan membuat kesepakatan tertulis yang dipegang kedua belah pihak,” ungkap sumber itu. Pertemuan berakhir dengan doa bersama dan saling berjabat tangan.

Terkait masalah ini, tak satu pun dari tokoh dan pimpinan PNA, termasuk para relawan yang bisa dihubungi untuk konfirmasi. “Bek ngon lon, langsung bak pimpinan mantong (jangan melalui saya, langsung pada pimpinan saja),” kata seorang anggota tim relawan, menyarankan. Alamak!***

Komentar

Loading...