Breaking News

Di Balik Tambang Batu Bara PT. Mifa Bersaudara

Bekas Kerukan Batu Bara Masih Menganga

Bekas Kerukan Batu Bara Masih Menganga
Penulis
Rubrik

Meulaboh | Lubang kecil hingga besar, sangat mudah ditemukan di wilayah Desa Sumber Batu, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat. Jumat (23/02/2018), saya berkesempatan melihat kondisi area tambang batu bara PT. Mifa Bersaudara, khususnya di lokasi Pit A. 

Saat saya berada di lokasi Pit A, tak terlihat ada mobil beco atau truck yang beraktivitas di sana. Kecuali itu, bekas-bekas kerukan bersekala kecil dan besar. Lubang-lubang bekas kerukan tambang batu bara PT. Mifa Bersaudara, tampak menganga. Untuk sekala besar, saya menemukan dua kolam besar seperti danau atau ibarat embung.

Dua kolam besar yang diduga bekas galian batu bara PT. Mifa Bersaudara itu berair dalam. Di pinggir kolam besar, saya juga menemukan bekas batu bara yang terbakar. Asap yang kelihatan dari jauh, membuat saya sampai di pinggir kolam besar itu. Sebab dari jauh, saya mengira ada masyarakat yang bercocok tanam alias berkebun. Tetapi, setibanya saya di lokasi yang berasap itu, rupanya api sedang menyala di batu bara. Selain api, di pinggir kolam besar itu, saya melihat beberapa ekor kerbau yang sedang mandi.

Sedangkan kolam-kolam ukuran kecil, juga tak kalah banyaknya dan masih dibiarkan menganga. Sementara itu, laporan pelaksanaan RKL-RPL triwulan III 2017 PT. Mifa Bersaudara pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Barat mengatakan. Kegiatan reklamsi yang langsung diikuti dengan kegiatan revegetasi, akan memperkecil dampak yang timbul akibat kegiatan penambangan. Alasannya, kegiatan reklamsi dan revegetasi akan mengembalikan pola drainase alami dan fungsi tanah secara alami, yaitu sebagai media tumbuh bagi tanaman.

Berdasarlan laporan triwulan III tersebut juga dijelaskan, kegiatan reklamasi dan revegetasi PT. Mifa Bersaudara sudah mulai dilakukan sejak triwulan III 2015 di OPD PIT A. "Kegiatan perawatan tanaman terus dilakukan," sebut laporan triwulan III 2017 PT. Mifa Bersaudara tersebut. Masih berdasarkan laporan tertulis PT. Mifa Bersaudara pada DLH Aceh Barat, katanya saat ini kegiatan reklamasi sudah mulai dilakukan di area Pit B, dimulai dengan recontouring dan diikuti dengan top soil spreading selama triwulan II.

Namun, kondisi di lapangan, khususnya di area Pit A, lubang-lubang diduga bekas galian tambang batu bara PT. Mifa Bersaudara, masih banyak yang menganga. Begitupun, PT. Mifa Bersaudara melalui Azizon Nurza via WhatsApp, Kamis (01/03/2018) mengaku, di Pit A prosesnya belum selesai. "Pit A prosesnya belum selesai di tambang," ujarnya. Lanjutnya, sebagian wilayah yang sudah selesai, telah dilakukan penutupan yang selanjutkan direklamasi. "Reklamasi pun punya aturan yang harus diikuti perusahaan. Jadi, perusahaan tidak boleh asal tanam. Rekkamasi diukur dan dinilai secara periodik oleh pihak terkait," katanya (selengkapnya baca edisi cetak, terbit Senin, 5 Maret 2018).***

Komentar

Loading...