Iklan Ucapan Selamat Puasa Ramadhan
Iklan TRH sambut Puasa Ramadhan 1439

Begini Perkembangan Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Anggota DPRA Martini

Begini Perkembangan Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Anggota DPRA Martini
Anggota Fraksi DPRA Partai Aceh, Martini. Foto: Istimewa

Banda Aceh | Anggota DPR Aceh dari Fraksi Partai Aceh, Martini, mengingatkan kepada semua pihak agar berhati-hati terhadap fitnah dan pencemaran nama baik yang dilakukan akun facebook palsu.

"Hati-hatilah terhadap akun akun facebook palsu yang dapat menfitnah siapapun," kata Martini kepada Wartawan MODUSACEH.CO, Sabtu (5/5/2018).

Martini, juga salah satu korban kasus pencemaran nama baik yang dilakukan salah satu akun facebook bernama Raja Rimba Pase pada Kamis, 12 April 2018 lalu.

Martini dituduh terciduk di Medan, melakukan perbuatan tak terpuji dengan salah satu anggota DPRK Aceh Timur.

Tuduhan itu disanggah langsung Martini melalui MODUSACEH.CO pada hari yang sama (12/4/2018). "Itu fitnah," jawab Martini, tegas Martini kepada media ini, Kamis (12/4/2018) via WhatsApp.

Anggota DPR Aceh yang juga salah satu kader perempuan terbaik Partai Aceh itu mengaku tidak mengetahui apa motif dari akun yang telah sengaja mencemarkan nama baiknya.

Namun dia telah melaporkan kasus tersebut ke Reserse Kriminal Khusus, Polda Aceh.

"Saya sudah melaporkan ke Reserse Kriminal Khusus, Polda Aceh," ujar Martini kepada media ini, Senin, 16 April 2018 lalu. Dia mengaku akan terus mengawal kasus tersebut bersama lembaga DPRA dan Partai Aceh.

Namun, meski sudah hampir sebulan kasus itu dilaporkan ke Polda Aceh, Martini mengaku belum mendapatkan laporan terkait perkembangan kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap dirinya.

Pada Senin (30/4), Martini mengaku sudah menghubungi penegakn hukum tapi belum mendapatkan jawabannya. "Sudah saya hubungi tadi siang tapi belum ada jawaban," ungkapnya.

Dia pun kembali mengingatkan masyarakat agar mewaspadai akun akun palsu. "Masyarakat harus mewaspadai akun palsu. Karena akun palsu kebanyakan penyebar hoax dan ujaran kebencian," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Misbahul Munauwar SH, saat dimintai keterangan via sosial WhatsApp pada Jumat (4/5/2018), mengaku belum mengetahui pasti perkembangan kasus yang dianggap telah mencemarkan nama baik Martini.

"Kapan dilaporkan dan di Polda atau Polres," tanya Kombes Pol Misbahul Munauwar SH, saat diminta penjelasannya oleh MODUSACEH.CO. "Kita cek dulu.." sambung Misbahul.***

Komentar

Loading...