Begini Cerita Pemukulan Staf Khusus Zaini Abdullah Versi Abdussamad

Begini Cerita Pemukulan Staf Khusus Zaini Abdullah Versi Abdussamad
Abdussamad. Foto IST

Banda Aceh | Mantan Anggota GAM Abdusammad mengaku telah melakukan pemukulan terhadap staf Khusus Gubernur Aceh Muzakir Abdul Hamid, di Pendopo Gubernur Aceh, pada acara open house, Senin (12/09/2016) lalu.  Hari itu juga Muzakir Abdul Hamid melaporkan Abdussamad ke Mapolda Aceh, dan dia kini sudah ditahan.

Tapi Abdussamad juga mengaku babak belur lantaran dikeroyok oleh ajudan, petugas keamanan, bahkan Muzakir Abdul Hamid sendiri. Hal ini disampaikan Abdussamad saat menghubungi MODUSACEH.CO, Selasa (20/9/2016) melalui telepon seluler. Abddusamad mengaku menggunakan telepon seluler mertua yang sedang menjenguknya di penjara.  

Seperti apa pangkal persoalannya? Abdussamad mengaku, pemukulan itu berawal dari sikap Muzakir Abdul Hamid yang sangat tendensius terhadap tamu yang ingin bertemu Gubernur Aceh Zaini Abdullah. Hari itu, Abdussamad adalah salah satu yang ingin bertemu dengan Zaini Abdullah yang tak lain adalah abang ipar Muzakir Abdul Hamid. 

Abdussamad ingin menyampaikan ihwal proposal pembersihan lahan untuk kelompok Keubah Indatu, Kabupaten Bireuen. Kelompok ini berjumlah 400 orang, untuk kegiatan pertanian. Menurut Abdussamad, proposal ini sempat ditanda tangani Zaini Abdullah pada 2014 lalu. 

Di sana, Abdussamad berjumpa dengan Muzakir Abdul Hamid. "Kami sempat bersalaman," cerita Abdussamad.  Saat itulah Abdussamad menanyakan pada Muzakir Abdul Hamid kapan bisa berjumpa dengan Gubernur Aceh Zaini Abdullah. 

Menurut Abdussamad, atas pertanyaannya itu, Muzakir Abdul Hamid menjawab sinis. "Kenapa kau terus  mendesak saya,” kata Muzakir Abdul Hamid seperti ditirukan  Abdussamad. “Saya bukan mendesak Ustad Muzakir tapi sesuai seperti Abu Doto bilang, kalau mau jumpa saya bilang sama Ustad Muzakir, maka saya tanya sama Ustad Muzakir. Langsung dia bilang tidak ada waktu,” beber Abdussamad.

Karena jawaban seperti itu, kata Abdussamad, dia lepas kendali.  “Emosi saya datang langsung saya hantam. Saya bogemlah sekali,” katanya. Namun Muzakir Abdul HAmid tak mengalami luka serius. Tak dinyana, justru Abdussamad yang akhirnya babak belur. Dia langsung dikeroyok oleh ajudan Muzakir Abdul Hamid berserta petugas keamanan di sana. "Langsung dipukul di mata tidak bisa lihat apa-apa lagi sampai sekarang,” kata Abdussamad.

Kemudian, pemukulan terhadap Abdussamad kembali berlanjut bahkan staf khusus Gubernur Aceh Muzakir Abdul Hamid kata Abdussamad juga ambil bagian. Abdussamad mengaku dikeroyok sekitar 15 orang dengan jumlah pukulan lebih dari 50 kali. “Ustad Muzakir juga langsung ambil bagian, langsung dikeroyok saya tidak bisa berkotek lagi,  ya sudah saya mencoba selamatkan kepala saja saya,” ujar Abdussamad.*

Komentar

Loading...