Bea Cukai Meulaboh Amankan Ribuan Bungkus Rokok Ilegal, Seorang Tersangka Asal Simeulue Ditangkap

Bea Cukai Meulaboh Amankan Ribuan Bungkus Rokok Ilegal, Seorang Tersangka Asal Simeulue Ditangkap
Rokok yang disita (Foto: Aidil Firmansyah/MODUSACEH.CO)

Meulaboh | Petugas gabungan dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe C Meulaboh, Aceh Barat, Polisi dan Kejaksaan Kabupaten Simeulue, mengamankan 3.300 bungkus rokok ilegal asal Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Dinyatakan ilegal, karena rokok tersebut tanpa penyematan pita cukai saat diedarkan di daerah kepulauan terluar  Aceh tersebut.

Kepala Kantor Bea dan Cuka Meulaboh, Akbar Harfianto mengatakan, seharusnya rokok dengan merek H Mild itu, diedarkan hanya di Kota Batam, bukan untuk dibawa keluar daerah. Penindakan dilakukan sebab distributor produk rokok itu telah menyalahi aturan pendistribusian rokok tersebut. “Penindakan dilakukan, 17 Januari 2019 lalu, kita mengamankan rokok dan pelaku, saat sedang memasarkan rokok H Mild  kepada masyarakat di Kabupaten Semeulu. Saat itu ada 3.300 bungkus atau setara dengan 52.800 batang yang dibawa dengan mobil box mini, setelah diperiksan dan diteliti, tidak seharunya rokok itu diedarkan di Aceh,” kata Akbar kepada wartawan di Meulaboh, Selasa (12/3/2019).

Petugas sempat ragu bahwa rokok itu berasal dari Batam, sehingga melakukan uji laboratorium, untuk menyamakan komposisi antara rokok serupa yang diambil di Kota Batam dan yang ditindak di Aceh. Hasilnya 90 persen serupa. Aparat penegak hukum juga mengamankan satu orang pelaku berinisial DA yang kini statusnya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Masuknya barang tanpa cukai itu ke Aceh, diyakini dari jalur darat Sumatera Utara, sementara saat diedarkan di Simeulue melalui kapal penyebarangan di Kabupaten Aceh Singkil. Saat ditangkap petugas tidak ada upaya perlawanan dari pelaku.

“Sudah kita lakukan uji lab di Sumut, hasilnya memang benar rokok itu berasal dari Batam. Sebelumnya kita mengira rokok itu diproduksi oleh pabrik lain yang memakai kemasan serupa. Kini pelaku ditahan di Rutan Kabupaten Simeulue,” ujarnya.

Diketahui, DA dalam melakukan pemasaran rokok jenis SKM tersebut. Dia hanya bergerak seorang diri. Sebab itu, negara mengalami kerugian Rp 19.5 juta lebih dari total harga nilai barang mencapai Rp 23 juta lebih, sehingga ia disangkakan Pasal 54 Undang-undang Nomor 39 Tahun 2007 dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun dengan denda dua kali kerugian cukai. Kini, kasusnya sudah mencapai tahap P21 atau semua berkas telah rampung, barang bukti dan tersangka akan diserahkan ke pihak kejaksaan untuk dilanjutkan ke tahap persidangan.***

Komentar

Loading...