Terkait Dugaan Money Politik Pileg 2019 di Bireuen

Bawaslu Himbau Jangan Takut Berikan Laporan

Bawaslu Himbau Jangan Takut Berikan Laporan
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bireuen, menggelar diskusi dan sosialisasi pengawasan Pemilu dengan insan pers (Foto: Zulhelmi)
Penulis
Rubrik

Bireuen | Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bireuen, menggelar diskusi dan sosialisasi pengawasan Pemilu dengan insan pers, Selasa (16/4/2019) di Aula Hotel Djarwal, Bireuen. Diskusi ini bertem; Sinergisitas Insan Pers dan Panwaslih Dalam Rangka Wewujudkan Pemilu yang Bermartabat di Kabupaten Bireuen.

Komisioner Divisi Penindakan Pelanggaran, Bawaslu Bireuen, Desi Safnita memaparkan, peran dan dukungan insan pers sangat dibutuhkan dalam pengawasan pemilu. “Tanpa dukungan dari rekan-rekan semua mustahil kesuksesan Pemilu bisa diraih,” ujarnya.

Dirincikan mantan wartawan itu, ada sekitar 2005 pengawas, terdiri dari 3 komisioner di kabupaten, 51 di kecamatan, 609 pengawas desa serta 1342 pengawas TPS. Jumlah itu sebuah bukan angka yang besar untuk mengawasan proses pemungutan suara.

Itu sebab, pihaknya harus bekerja keras dan turun langsung ke lapangan melakukan pengawasan. “Kami tak menunggu laporan di kantor, tapi kami turun ke lapangan, melakukan pengawasan serta patroli ke desa-desa. Pengawas desa dan TPS ikut melakukan patroli,” sebutnya.

Soal adanya informasi praktek money politik dari masyarakat, kata Desi pihaknya akan menindak lanjuti informasi itu. “Kami registrasi Senin sore kemarin, baru akan dibahas tahap pertama Selasa dan baru satu yang dilaporkan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Masih kata Desi, sesuai UU No 7 hanya pemberi yang kena pidana, sedangkan penerima tidak. “Jangan khawatir dan tertekan, laporkan kepada kami,” imbuhnya.

Sejauh ini, sebut Desi lagi, ada 10 pelanggaran Pemilu yang terdata.  Tiga pidana, selebihnya kode etik, ASN dan pelanggaran lainnya. Tiga laporan masyarakat, selebihnya temuan pengawas desa dan kabupaten.***

Komentar

Loading...