Analisis Menakar Kekalahan Jokowi-Ma’ruf di Aceh (bagian dua)

Baliho Bertaburan, Seruan Irwandi Yusuf Ternyata Tak Ampuh

Baliho Bertaburan, Seruan Irwandi Yusuf Ternyata Tak Ampuh
Baliho ajakan Irwandi untuk memilih Joko Widodo-Ma'aruf Amin (Foto: Muhammad Saleh)

Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo dan Ma’ruf  Amin Provinsi Aceh, Irwansyah (Maksalmina) mematok target 70 kemenangan. Faktanya, hanya 16,8 persen. Fitnah dan berita Hoax dinilai sebagai penyebab.

MODUSACEH.CO | BERBEDA dengan Pilpres 2014 lalu. Pasangan calon (paslon) Presiden dan Wakil Presiden RI 02, Joko Widodo-Jusuf Kalla (JK), nyaris sepi dari “perang” baliho ukuran besar dan spanduk di berbagai area publik.

Namun, Pilpres tahun ini, 17 April 2019, di Aceh paslon 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin justeru bertabur alat peraga. Termasuk adanya seruan bermaterai dari Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf, yang mengajak rakyat Aceh untuk memilih Jokowi-Ma’ruf Amin.

20190418-bertemu-jokowi

Abu Razak bersama Ketua dan Pengurus NasDem Aceh serta mantan kombatan GAM bertemu Joko Widodo di Istana Bogor (Foto: Ist)

Kenyataan serupa tidak terjadi pada paslon 02, Prabowo-Sandiaga. Jika pun ada baliho dan spanduk, jumlahnya sangat terbatas dan itu pun atas inisiatif relawannya di Aceh. Sebab, sejak gong Pilpres 2019 di tabuh, dana yang dikucurkan nyaris minus.

Selain itu, dibandingkan tim pemenangan Prabowo-Sandiaga di Aceh, hanya  tim sukses dan pemenangan Jokowi-Ma’aruf Amin, yang mengunakan kesempatan kampanye terbuka. Itu sebabnya, bisa dibayangkan berapa besar fulus segar (rupiah) yang mengalir ke Bumi Serambi Mekah ini.

Begitupun, dana yang besar serta harapan yang tinggi, meraih kemenangan 70 persen. Ternyata tak sesuai target. Bahkan, ajakan serta seruan Irwandi Yusuf untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf bisa disebut hanya pepesan kosong.

Ketua TKD Aceh, Irwansyah mengaku, pihaknya sudah bekerja maksimal untuk mensosialisasikan program-program dan keberhasilan yang telah dilakukan Jokowi di Aceh juga program ke depan yang akan dilakukan jika pasangan tersebut terpilih lagi.

Namun, Irwansyah berdalih. Kekalahan paslon unggulannya ini, karena kuatnya fitnah dan berita serta informasi hoax, yang terus menerus menimpa Jokowi sebagai calon presiden, maupun Ma’ruf Amin sebagai wakilnya. “Kencangnya fitnah dan hoax itu, hingga kami tidak mampu membendungnya,” kata Irwansyah dalam siaran persnya, Kamis (18/4/2019). Sebagai Ketua TKD Aceh, Irwansyah mengaku bertanggung jawab terhadap kegagalannya dalam memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin di Aceh. "Saya tidak menyalahkan siapapun, karena sebagai Ketua TKD, saya harus bisa menerima risiko itu,” tegasnya.

Dia mengakui sejak awal memimpin TKD, pertarungan dalam memenangkan Jokowi-Ma’ruf di Aceh untuk Pipres sangat lah berat. “Bukti kerja nyata Pak Jokowi di Aceh bisa dikalahkan dengan fitnah,” sambungnya.

20190418-maks

Ketua TKD Aceh Irwansyah bersama Joko Widodo (Foto: Ist)

Tapi, Irwansyah ikut mengucapkan terima kasih kepada seluruh TKK Kabupaten/Kota di Aceh, relawan dan tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf di Aceh lainnya. Dia mengimbau untuk terus bekerja sampai mendapatkan C1 hasil pemilihan di tangan. “Kawal terus perolehan suara. walaupun kita kalah di Aceh, namun kita menang di nasional,” tambahnya.

Lantas, adakah efek dari seruan dan ajakan Irwandi Yusuf untuk memilih paslon Jokowi-Ma’ruf Amin?  Bisa disebut; amat sangat tipis. Sebab, sosok Irwandi yang semula memang menjadi idola rakyat Aceh dengan meraih kemenangan 812,922 suara atau setara 37,52 persen pada Pilkada Aceh 2017 lalu bersama Nova Iriansyah. Seketika pamornya menjadi pupus saat dia divonis 7 tahun penjara oleh Majelis Hakim Tipikor Jakarta, dua pekan lalu.

Hanya itu? Tunggu dulu. Ada 25 pondok pesantren dan ratusan mantan aktivis Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Kabupaten Pidie, yang juga mengaku siap memenangkan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, pada pemilu presiden (Pilpres) 2019.

Pernyataan itu disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Bustannul Falah, Tengku Haji Muhibuddin Husein Syeikh saat menerima romobongan Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto.

Mereka menilai, Jokowi telah memberikan perhatian yang besar terhadap umat Islam dan pondok pesantren. Muhibuddin yang mengaku mantan aktivis GAM ini menyatakan, ada ratusan mantan aktivis GAM di Pidie yang siap mendukung dan memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin. Menurutnya, Ketua TKD Jokowi-Ma’ruf Amin Provinsi Aceh, Irwansyah alias Maksilmina, juga mantan aktif GAM. “Pak Irwansyah menargetkan kemenangan untuk Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf Amin, kemenangan sampai 70 persen di Aceh. Kami siap mendukung kemenangan tersebut,” tegasnya.

Sebelumnya, pihaknya sudah bekerja untuk memenangkan Jokowi-Jusuf Kalla pada Pemilu Presiden 2014, meskipun belum menang, masyarakat Pidie saat ini, lanjut dia sudah menyadari bagaimana perhatian Presiden Jokowi kepada Aceh. “Pada Pemilu Presiden 2019, Insya Allah Pak Jokowi bisa menang sampai 70 persen,” janjinya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Ikramul Fata, Tengku Muzakkir, menyatakan siap membantu meluruskan informasi hoaks untuk memenangkan Capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin. Menurutnya, Capres Jokowi, sangat memperhatikan umat Islam dan pondok pesantren, terbukti Jokowi telah menetapkan Hari Santri Nasional dan memilih cawapres dari ulama.

Sekretaris Jenderal Partai Aceh, Kamaruddin Abubakar, juga menyatakan tekatnya memenangkan pasangan calon presiden nomor 01, Jokowi-Ma'ruf Amin. Elite politik Aceh yang akrab disapa Aburazak ini berkeyakinan pasangan Jokowi-Ma'ruf akan memenangkan pemilihan di Aceh. "Target kami 55 persen," kata Sekber Jokowi-Ma'ruf Aceh ini di Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Aburazak harus bekerja keras untuk targetnya itu, pada pemilihan presiden 2014 yang lalu Jokowi memperoleh 48 persen suara. "Alhamdulillah sekarang sudah bergerak naik dengan bagus, apalagi sejumlah ulama kharismatik di Aceh juga mendukung Jokowi-Ma'ruf," katanya.

Menurut Aburazak, ulama Aceh mendukung pasangan 01 sudah melalui pertimbangan yang matang. Salah satu pertimbangan pentingnya terletak pada Ma'ruf Amin yang menjadi pasangan Jokowi adalah seorang ulama dan Ketua MUI. "Pastilah iman dan akhlaknya tidak kita ragukan lagi," kata dia.

Bahkan sejumlah ulama Aceh sudah menyambangi Jokowi di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (5/3). Dalam pertemuan tersebut Pemimpin Dayah Ummul Ayman, Samalanga, Bireuen, Waled Nuruzzahri Yahya alias Waled Nu menyampaikan harapannya agar Jokowi kembali memimpin Indonesia di periode kedua.

Waled mengatakan program-program yang telah diterapkan Jokowi selama ini sudah menguntungkan umat dan pesantren. Ia pun meminta Jokowi bersabar atas berita-berita hoaks yang dialamatkan kepada Jokowi. Jokowi juga meminta ulama-ulama Aceh untuk membantu meluruskan berita-berita tidak benar alias hoaks yang dapat memecah belah umat.

Sedangkan masyarakat Aceh, menurut Aburazak, sudah sewajarnya memilih Jokowi. "Jokowi pernah merasakan kehidupan di Aceh. Bahkan memiliki orang tua angkat di Aceh. Jadi bagi kami, Jokowi adalah bagian dari Aceh," katanya. "Aceh tak asing bagi Jokowi, seperti juga masyarakat Aceh yang tak asing dengan Jokowi," katanya.

20190418-karimun

Ketua DPD PDIP Aceh, H. Karimun Usman bersama Joko Widodo (Foto: Ist)

Pemahaman soal ikatan Jokowi dan Aceh, kata Aburazak, sekarang sudah tumbuh dan berkembang. Hanya saja, ia mengakui, pergerakan fitnah untuk Jokowi juga dilakukan dengan masif di Aceh. "Perbuatan fitnah itulah yang harus kita lawan. Kita melawannya dengan kebaikan dan menyebar informasi yang benar," katanya.

Pertimbangan lainnya, kata Aburazak, keberadaan tokoh Aceh, Surya Paloh, yang selalu bersama Jokowi. Bahkan, Ketua Umum Partai Nasdem itu pendukung utama Jokowi. "Kami sangat percaya pada Pak Surya Paloh, ia pasti memikirkan segala sesuatunya untuk kebaikan bagi Aceh. Kami harus menjaga martabat Pak Surya Paloh yang berada di jajaran elit politik nasional," ucapnya ketika itu.

Nah, sekali lagi. Harapan memang sering tak sesuai kenyataan. Walau Jokowi-Ma’ruf Amin di Jakarta sudah dapat tersenyum melihat hasil perhitungan suara sementara. Lalu, bagaimana dengan tim pemenangannya di Aceh yang sudah terlanjur berjanji dan mematok target? Hanya merekalah yang tahu.***

Komentar

Loading...